Manila terancam topan Nock-Ten

Topan Filipina Hak atas foto AP
Image caption Para pejabat pertahanan sipil Manila mengatakan mereka menempatkan wilayah itu dalam "siaga merah."

Topan berkekuatan super Nock-Ten terus menerjang Filipina, dan badai tersebut tengah menuju wilayah sekitar ibu kota Manila yang padat penduduk.

Para pejabat terkait telah menyatakan "siaga merah", ketika badai ini diperkirakan akan melanda Manila pada Senin (26/12).

Badai ini diketahui melemah saat menghantam pesisir timur pada hari Minggu, namun anginnya masih berkekuatan hingga 140 km per jam, kata para ahli meteorologi.

Badai tersebut telah memutus aliran listrik dan menumbangkan pepohonan, namun belum ada laporan tentang jatuhnya korban jiwa.

Otoritas terkait di Manila memperingatkan bahwa ibu kota Filipina itu bisa diterjang "hujan besar yang intensif, banjir bandang dan angin kencang".

"Badan penanganan bencana kami dalam waspada merah," kata Mina Marasigan, juru bicara Badan nasional penanggulangan bencana Filipina, seperti dikutip Kantor berita AFP.

"Kami telah menyiapkan pasokan bantuan, upaya penyelamatan serta peralatan untuk membersihkan jalan di Metro Manila," tambahnya.

Topan Nock-Ten (yang juga dikenal sebagai Nina di Filipina) menghantam pantai dekat pulau Catanduanes pada hari Minggu (25/12).

Hak atas foto AFP/GETTY IMAGES
Image caption Topan itu menerjang pada hari Natal, menyebabkan warga pergi ke tempat-tempat pengungsian.

Sebelumnya, sekitar 100.000 orang dipindahkan dari daerah-daerah berisiko di wilayah Bicol di tengah kekhawatiran banjir yang meluas dan kemungkinan tanah longsor.

Ada kekhawatiran warga di Filipina akan mengabaikan peringatan evakuasi dan mereka memilih tinggal di rumah dengan keluarga saat perayan Natal, yang merupakan liburan terbesar di negara yang penduduknya mayoritas beragama Katolik.

Sejumlah pelabuhan masih ditutup, karena ada peringatan gelombang laut yang tinggi.

Topan diharapkan akan melewati di pulau Luzon, sebelum menuju ke Laut Cina Selatan.

Pada bulan Oktober, Super Topan Haiyan melanda negara itu dan menewaskan sedikitnya empat orang.

Pada 2013, topan super Haiyan memakan lebih dari 7.350 korban jiwa.

Image caption Topan Nock-Ten menghantam pantai dekat pulau Catanduanes pada hari Minggu (25/12).

Topik terkait

Berita terkait