Paus Fransiskus menyerukan perang Suriah diakhiri

Paus Fransiskus Hak atas foto AP
Image caption Paus Fransiskus dalam pesan Natal menyerukan agar pertempuran di Suriah diakhiri.

Paus Fransiskus dalam pesan Natal yang disampaikan hari Minggu (25/12) telah menyerukan agar pertempuran di Suriah diakhiri.

"Terlalu banyak darah yang tumpah dalam konflik di Suriah," kata Paus Fransiskus.

Dia juga mendesak Palestina dan Israel Palestina dan Israel untuk meninggalkan kebencian dan balas dendam.

Paus Fransiskus mengutarakan hal itu dalam pidato di hadapan ribuan penganut Katolik di lapangan St Peter, Vatikan.

Pengamanan ekstra ketat diberlakukan menyusul serangan truk di Berlin, Jerman. Paus juga ikut berduka cita terhadap korban meninggal dan terluka dalam serangan itu.

Terhadap kasus Suriah, Paus mengatakan masyarakat internasional harus "aktif mencari penyelesaian lewat jalan perundingan" untuk menyelesaikan perang yang sudah berjalan lima tahun itu.

Di hadapan peziarah, Paus mengatakan Israel dan Palestina harus bersama-sama "menulis halaman baru sejarah" di tengah ketegangan yang meningkat setelah resolusi PBB yang mengecam permukiman Israel di wilayah pendudukan.

Mengutuk terorisme

Dia juga mengecam terorisme global, yang katanya "telah menyebarkan ketakutan dan kematian di banyak kota dan negara".

Selama akhir pekan Natal, polisi Italia melakukan penjagaan ekstra ketat, setelah hari Jumat lalu mereka menembak mati orang di kota Milan yang diyakini bertanggung jawab atas serangan di Berlin.

Pihak berwenang di Ibu kota Roma telah melarang truk memasuki pusat kota, dan kendaraan militer ditempatkan di jalan-jalan protokol di sekitar Vatikan.

Hak atas foto AFP
Image caption Pihak berwenang di Ibu kota Roma telah melarang truk memasuki pusat kota, dan kendaraan militer ditempatkan di jalan-jalan protokol di sekitar Vatikan.

Sebelumnya, Paus Fransiskus saat merayakan Misa Natal mengutuk penderitaan anak-anak yang masih terus berlanjut.

Dia menyebut soal orang-orang yang masih dihadapkan pada kelaparan, bahaya di jalur pengungsi dan pengeboman di kota-kota Suriah seperti Aleppo.

Pada misa tersebut, Paus mengatakan bahwa Natal sudah "disandera" oleh materialisme, dan bahwa perayaan tersebut membutuhkan lebih banyak kerendahan hati.

Sepanjang tahun, Paus sudah mendesak adanya rasa kasih terhadap para pengungsi, dan mendorong umat Kristiani untuk mengingat bahwa Yesus pun dulunya adalah seorang pengungsi.