Rusia umumkan kemungkinan sebab jatuhnya pesawat militer di Laut Hitam

Pesawat militer Rusia Hak atas foto Reuters
Image caption Pesawat militer Rusia yang jatuh di Laut Hitam, di dekat Sochi. Foto diambil pada 2015.

Menteri Perhubungan Rusia, Maxim Sokolov, mengatakan pesawat militer Rusia yang jatuh di Laut Hitam besar kemungkinan disebabkan oleh dua faktor.

Yaitu, kesalahan pilot atau kesalahan teknis. Dinas rahasia Rusia, FSB, sementara itu mengatakan pesawat yang sedianya terbang ke Suriah ini jatuh karena 'benda asing pada mesin atau masalah di bahan bakar.

Tim penyelidik belum mengeluarkan keterangan tentang sebab-sebab kecelakaan, namun konsensus di kalangan para pejabat Rusia adalah kecelakaan ini bukan karena aksi terorisme.

"Tidak ada tanda-tanda yang mengarah pada aksi terorisme," kata pernyataan FSB yang disiarkan media pemerintah Rusia.

Upaya pencarian pada hari Senin (26/12) mengukuhkan bahwa beberapa bagian pesawat ditemukan di laut.

"Puing-puing pesawat berada di kedalaman 27 meter sekitar satu mil dari pantai," kata juru bicara tim pencari, Rimma Chernova, kepada kantor berita AFP.

Militer menyatakan wilayah pencarian di Sochi ditetapkan sebagai zona tertutup yang dijaga oleh tentara.

Hak atas foto AFP
Image caption Tim pencari di Laut Hitam hingga Senin petang telah menemukan 11 jenazah.

Upaya pencarian pesawat dan korban di Laut Hitam ini melibatkan lebih dari 3.000 personel dan didukung oleh 45 kapal, pesawat, helikopter, dan drone. Dikerahkan juga semacam kapal selam yang beroperasi di laut dalam.

Hingga Senin petang, 11 jenazah dan 154 potongan tubuh ditemukan dan para pejabat meyakini sebagian besar korban masih terperangkap di badan pesawat.

Pesawat militer Tu-154 menghilang dua menit setelah lepas landas dari bandar udara Adler di Sochi pada 5.25 waktu setempat hari Minggu (25/12). Sedianya pesawat ini akan mendarat di Latakia, Suriah, setelah bertolak dari Moskow.

Pesawat transit di Sochi untuk mengisi bahan bakar.

Ada 92 penumpang dan awak termasuk 64 anggota band militer kenamaan, Alexandrov, yang dijadwalkan akan menghibur tentara Rusia di Suriah.

Pemerintah Rusia menetapkan hari Senin (26/12) sebagai hari berkabung nasional.

Topik terkait

Berita terkait