Ingin pukul mundur ISIS, Turki minta bantuan koalisi di Suriah

Jenazah salah seorang tentara Turki Hak atas foto AP
Image caption Jenazah salah seorang tentara Turki dimakamkan di Kirklareli, Turki, pada Jumat (23/12).

Turki menyerukan kepada koalisi pimpinan Amerika Serikat di Suriah untuk memberikan dukungan udara untuk membantu mengusir para petempur dari kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) dari al Bab, sebuah kota penting di Suriah barat laut.

Ibrahim Kalin, juru bicara Presiden Recep Tayyip Erdogan, mengatakan tidak bisa diterima bagi koalisi untuk tidak memberikan bantuan.

"Pada tahap ini, kami ingin menegaskan kembali bahwa koalisi internasional perlu menunaikan kewajiban-kewajiban mereka, khususnya dalam memberikan dukungan udara.

"Kita tidak bisa menerima bahwa pihak-pihak tertentu yang mengritik Turki dalam memerangi ISIS, tidak memberikan dukungan yang diperlukan di dalam operasi zona Aziz ke Jarablus, di Dabiq dan di al Bab," kata Ibrahim Kalin pada Senin (26/12).

Hak atas foto EPA
Image caption Suriah mengalami kehancuran, seperti di kota Aleppo, akibat perang berbagai pihak.

Analis BBC tentang masalah Timur Tengah, Sebastian Usher, melaporkan bahwa upaya untuk menguasai al Bab terbukti menjadi tantangan bagi militer Turki.

Al Bab merupakan kantong utama yang sampai sekarang masih berada di bawah kendali ISIS di wilayah perbatasan antara Suriah dan Turki.

Sejak Turki melancarkan operasi besar di Suriah hampir empat bulan lalu, pasukan negara itu berhasil merebut wilayah yang luas di sekitar perbatasan dari kekuasaan ISIS maupun militan Kurdi.

Militer Turki juga memberikan dukungan besar kepada aliansi pemberontak yang memerangi ISIS, tetapi pertempuran itu telah menelan korban.

ISIS mengklaim telah menangkap sejumlah tentara Turki dan mereka mengunggah video ke internet yang tampak menunjukkan dua tentara Turki dibakar hidup-hidup, lapor Sebastian Usher.

Namun Turki mengaku telah menimbulkan korban lebih besar di pihak ISIS dengan menewaskan setidaknya 220 petempur sejauh ini.

Menurut para aktivis Suriah, serangan-serangan udara Turki juga telah menyebabkan lebih dari 80 warga sipil di al Bab.

Topik terkait

Berita terkait