Serukan sistem perwalian bagi perempuan diakhiri, warga Arab Saudi dihukum penjara

Perempuan Arab Saudi Hak atas foto FAYEZ NURELDINE/AFP
Image caption Beberapa perempuan Arab Saudi menonton pacuan kuda di Riyadh pada November 2016.

Berbagai laporan dari Arab Saudi menyebutkan seorang pria dijatuhi hukuman penjara selama satu tahun karena menyerukan agar sistem perwalian bagi perempuan yang berlaku di negara itu diakhiri.

Berdasarkan sistem perwalian ini, maka setiap perempuan Arab Saudi harus didampingi atau mendapat izin dari muhrim ketika berpergian dari rumah, berobat, belajar, bekerja, atau pergi ke luar negeri. Muhrim adalah orang yang masih memiliki hubungan keluarga dekat sehingga terlarang menikah dengannya.

Media setempat melaporkan pria, yang namanya tidak diungkap itu, didakwa mengeluarkan pernyataan lewat Twitter dan berisi seruan agar sistem yang memberikan kontrol berlebihan kepada pria atas perempuan diakhiri.

Ditambahkan bahwa ia ditangkap oleh pihak berwenang ketika menempelkan poster-poster di sejumlah masjid di kota Dammam, Arab Saudi bagian timur.

Menurut pihak berwenang, ketika masih dalam tahap pemeriksaan, pria tersebut mengaku ia berada di balik kampanye online untuk menuntut agar sistem perwalian bagi perempuan dihapus.

Sebagaimana dilaporkan oleh wartawan BBC masalah Timur Tengah, Sebastian Usher, pria itu dikutip mengatakan bahwa ia melancarkan kampanye untuk membantu beberapa anggota keluarga perempuannya yang mendapat perlakuan buruk dari keluarga mereka.

Hak atas foto FAYEZ NURELDINE/AFP
Image caption Perempuan harus didampingi muhrim jika keluar dari rumah di Arab Saudi.

Awal tahun ini ribuan warga negara Arab Saudi menandatangani petisi untuk menyerukan agar sistem perwalian bagi perempuan diakhiri. Petisi itu berhasil menyita perhatian dan mendapat dukungan cukup besar.

Namun sejatinya sejumlah aktivis Arab Saudi lainnya, lapor Usher, sudah terlebih dulu berusaha menekan pihak berwenang untuk menghapus sistem tersebut.

Mereka berpendapat bahwa jika sistem perwalian bagi perempuan dicabut maka mereka bisa berpartisipasi secara penuh dalam menggerakkan roda perekonomian yang selama ini tidak dimanfaatkan.

Topik terkait

Berita terkait