Kunjungi Pearl Harbor, PM Jepang sampaikan duka cita

jepang, as Hak atas foto Marco Garcia/AP
Image caption Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, menyapa dan memeluk para korban selamat peristiwa serangan Pearl Harbor.

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, menyampaikan "duka cita yang tulus dan abadi" kepada para korban serangan militer Jepang di pangkalan militer Amerika Serikat, Pearl Harbor, Negara Bagian Hawaii, 75 tahun lalu.

"Kita tidak boleh mengulangi kengerian perang. Ini adalah ikrar yang telah ditempuh rakyat Jepang," ujar Abe.

Didampingi Presiden AS, Barack Obama, Abe juga menyampaikan penghormatan kepada para korban yang kehilangan nyawa mereka di pangkalan Angkatan Laut AS tersebut. Sebagian di antara para korban dikuburkan di dalam kapal USS Arizona, yang tenggelam akibat serangan Jepang pada 7 Desember 1941.

"Bagi para serdadu AS yang terbaring di dalam USS Arizona, untuk rakyat Amerika, dan semua orang di dunia, saya tegaskan ikrar teguh tersebut," ucap Abe.

Lebih lanjut, Abe menyanjung AS yang berupaya memperbaiki hubungan dengan Jepang seusai perang antara kedua negara berakhir lantaran AS menjatuhkan dua bom atom ke Hiroshima dan Nagasaki pada 1945.

Abe menyebut aliansi kedua negara sebagai "aliansi harapan".

Hak atas foto Reuters
Image caption Didampingi Barack Obama, Shinzo Abe menjadi perdana menteri Jepang pertama yang mengunjungi lokasi peringatan tenggelamnya USS Arizona.

Abe adalah pemimpin Jepang pertama yang mengunjungi lokasi peringatan tenggelamnya USS Arizona dan figur tertinggi kedua yang bertandang ke Pearl Harbor pasca-Perang Dunia II setelah Shigeru Yoshida pada 1951.

Bagaimanapun, Abe tidak mengeluarkan permintaan maaf atas serangan ke Pearl Harbor yang menewaskan 2.300 tentara AS dan merusak delapan kapal perang AS di pangkalan itu.

Kunjungan Abe dilakukan tujuh bulan setelah Obama mengunjungi Hiroshima. Saat itu, Obama menyalami, merangkul, dan menepuk punggung korban selamat dari serangan bom atom yang mengakhiri Perang Dunia Kedua. Namun, Obama tak menyampaikan permintaan maaf.

Tak kurang dari 140.000 orang tewas ketika militer Amerika menjatuhkan bom atom di Jepang.

Berita terkait