Pertempuran Mosul: Pasukan Irak gelar serangan 'tahap kedua'

Pasukan Irak Hak atas foto Getty Images
Image caption Pasukan Irak memulai serangan tahap kedua untuk menguasai kembali kota Mosul.

Pasukan Irak telah memulai serangan terbaru terhadap kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS dengan menyerang bagian timur kota Mosul.

Ini adalah serangan tahap kedua terhadap pertahanan terakhir kelompok ISIS di Irak, yang dimulai bulan Oktober lalu.

Pasukan koalisi yang dipimpin AS mengatakan pasukan Irak melakukan serangan dari tiga arah dan membuka dua pertempuran baru di kota tersebut.

Serangan terbaru ini diyakini akan memberikan tekanan berarti kepada "gerak maju dan suplai bantuan" kelompok militan ISIS.

Namun demikian, pasukan koalisi mengakui bahwa serangan terbaru ini kemungkinan menyebabkan korban sipil selama serangan udara.

Dalam pernyataanya, pasukan koalisi mengaku telah menyerang sebuah kendaraan yang dijadikan tempat penembakan granat roket, tetapi belakangan mobil itu diketahui milik sebuah rumah sakit di pinggiran kota Mosul.

Distrik Karama

Komandan pasukan anti-teror di wilayah timur Mosul, Letnan Jenderal Abdul-Wahab al-Saadi mengatakan kepada Kantor berita AFP, bahwa serangan ini dimulai setelah pihaknya mendapat bantuan.

Dia mengatakan, pasukannya telah menyerang Distrik Karama untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya mereka menyerang wilayah di dekatnya November lalu.

Ditambahkan bahwa pada Kamis (29/12), pasukannya sudah berjarak sekitar tiga kilometer dari Sungai Tigris, yang membelah kota Mosul.

Hak atas foto Amaq
Image caption Jembatan yang rusak akibat serangan udara pasukan koalisi.

Pada Senin (26/12), jembatan yang merupakan satu-satunya yang masih berfungsi untuk menghubungkan dua wilayah di Mosul, mengalami kerusakan akibat serangan udara pasukan koalisi, yang disebutkan atas "permintaan pemerintah Irak".

Rekaman video yang diunggah oleh Kantor berita yang mendukung ISIS, Amaq, memperlihatkan sebagian bangunan jembatan itu telah runtuh.

Kota Mosul memiliki lima jembatan sebelum pasukan pro-pemerintah Irak melancarkan serangan gencar untuk merebut kembali kota tersebut.

Sejuta warga sipil

PBB telah memperingatkan bahwa kehancuran jembatan tersebut dapat menghambat evakuasi lebih dari satu juta warga sipil kota Mosul.

Serangan gencar untuk merebut kembali kota Mosul diluncurkan pada 17 Oktober lalu, lebih dari dua tahun setelah pasukan ISIS menyerbu dan menguasainya.

Namun serangan pasukan koalisi itu terhambat akibat serangan penembak jitu, pelaku bom bunuh diri dan tembakan meriam yang dilancarkan militan ISIS.

Dalam operasi ini, pasukan keamanan Irak, bekerja sama dengan pejuang Peshmerga Kurdi, suku Arab Sunni dan milisi Syiah, serta dibantu oleh pesawat-pesawat tempur koalisi pimpinan AS.

Lebih dari 100.000 orang telah meninggalkan rumah mereka di dalam dan sekitar Mosul, dan pejabat PBB memperingatkan bahwa angka ini kemungkinan akan meningkat saat pasukan pro-pemerintah Irak memulai serangan keduanya.

Berita terkait