Apakah isu permukiman Yahudi bisa diselesaikan dalam konflik Israel-Palestina?

permukiman Yahudi Hak atas foto AFP
Image caption Palestina menuntut Israel menghentikan pembangunan permukiman sebelum perundingan damai dimulai lagi

Isu permukiman kembali menjadi bahan perdebatan panas antara Israel dan Amerika Serikat dalam kaitan dengan penyelesaian konflik dengan Palestina.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam pidato Menteri Luar Negeri AS, John Kerry terkait isu Israel-Palestina yang ia sebutkan berat sebelah.

Dalam pidatonya tentang konflik Timur Tengah, Kerry mengatakan prospek perdamaian berdasarkan solusi dua negara berada dalam ambang bahaya.

Pembangunan permukiman di kawasan yang diduduki merupakan masalah besar, kata Kerry dalam pidatonya Rabu (28/12).

Sementara Netanyahu mengatakan ia kecewa dengan pidato yang ia katakan "tidak imbang" dan "terfokus" pada permukiman.

Presiden terpilih Donald Trump dalam Twitternya menyatakan dukungannya pada Israel dan menyatakan tidak akan membiarkan Israel diperlukan dengan "tanpa dihargai."

Isu permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur telah lama menjadi masalah besar dalam konflik antara Israel dan sebagian besar masyarakat internasional, termasuk sekutu paling dekat, Amerika Serikat.

Di bawah keterangan singkat tentang permukiman Yahudi.

Apakah yang dimaksud dengan permukiman Yahudi?

Hak atas foto Getty Images
Image caption Banyak permukiman yang ilegal di Tepi Barat

Permukiman Yahudi dibangun oleh Israel di tanah yang diduduki dalam perang Timur Tengah pada 1967.

Tanah ini termasuk Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Dataran Tinggi Golan.

Menurut kelompok anti-permukiman Israel Peace Now, terdapat 131 permukiman di Tepi Barat terdiri dari 385 pemukim Yahudi dan 97 bangunan atau permukiman yang dibangun tanpa izin resmi.

Kelompok ini mengatakan terdapat 12 permukiman di Yerusalem Timur, dengan sekitar 200.000 pemukim.

Israel juga telah membangun permukiman di Jalur Gaza, yang dicaplok Israel dari Mesir pada perang 1967, namun dihancurkan saat menarik diri dari kawasan itu pada 2005.

Israel juga membangun permukiman di Semenanjung Sinai, yang direbut dari Mesir pada 1967 dan dihancurkan pada 1982 sebagai bagian dari perjanjian damai dengan Kairo.

Selain itu juga ada puluhan permukiman di dataran tinggi Golan yang diduduki, dan dikuasai dari Suriah pada perang 1967.

Permukiman ini menduduki sekitar 2% lahan di Tepi Barat namun pengritik mengatakan lahan lain digunakan termasuk untuk pertanian dan memerlukan pengawasan militer.

Pemukim Yahudi memilih tinggal di kawasan itu untuk berbagai alasan, mulai dari ekonomi, subsidi dari pemerintah dan juga alasan agama berdasarkan keyakinan bahwa Tuhan menjanjikan lahan untuk umat Yahudi.

Apakah permukiman Yahudi ilegal?

Hak atas foto AFP
Image caption Israel dan PBB sering bentrok terkait isu permukiman ini

Sebagian besar masyarakat internasional, termasuk PBB dan Mahkamah Internasional, mengatakan permukiman Yahudi adalah ilegal.

Landasannya adalah Konvensi Jenewa Keempat tahun 1949 yang melarang transfer otorita yang menduduki lahan kepada rakyat mereka terkait lahan yang diduduki.

Namun Israel mengatakan Konvensi Keempat Jenewa tidak mengacu langsung pada Tepi Barat karena kawasan itu secara teknis tak diduduki.

Israel mengatakan mereka secara legal berada di sana karena perang perlawanan dan tidak mengambil alih Tepi Barat dari penguasa berdaulat yang sah.

Mengapa isu permukiman kontroversial?

Hak atas foto AP
Image caption Israel menghancurkan permukiman di Gaza sebelum menarik diri tahun 2005.

Isu permukiman ini telah terbukti menyebabkan gagalnya berbagai upaya perundingan damai.

Palestina mengatakan adanya permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur - tanah yang akan dijadikan sebagai negara di masa depan- akan menyebabkan sulitnya mengatur perbatasan. Mereka menuntut Israel membekukan aktivitas sebagai syarat awal dipulihkannya kembali perundingan damai.

Israel mengatakan Palestina menggunakan alasan permukiman sebagai dalih menghindari perundingan langsung. Mereka mengatakan permukiman bukan hambatan dalam perundingan damai dan dapat dibicarakan.

Apakah isu permukiman tak mungkin dipecahkan?

Tidak juga, walaupun kelihatannya sangat sulit. Israel mengatakan akan siap melakukan konsensi dan sebelumnya telah menarik diri dari sejumlah permukiman seperti di Sinai dan Gaza dan empat tempat kecil di Tepi Barat pada 2005.

Israel juga sepakat merundingkan permukiman yang ada sekarang ini, dan juga tentang Yerusalem, sebagai bagian dari perundingan.

Israel mengatakan perjanjian final apapun mereka ingin mempertahankan blok terbesar permukiman yang berada dekat garis gencatan senjata sebelum 1967.

Berdasarkan perjanjian damai Israel-Palestina tahun 1993 di Oslo, Israel mengatakan mereka siap membuat "konsesi menyakitkan" untuk perdamaian.

Namun, pemerintah koalisi Israel saat ini mendukung kuat permukiman dan bahkan ada seruan dari sejumlah tokoh politik untuk menguasai sebagian Tepi Barat dan bukannya menarik diri.

Berita terkait