Pengusiran diplomat Rusia: Trump puji reaksi Putin

kedubes AS di Moskow Hak atas foto AFP
Image caption Kedutaan besar AS di Moskow

Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump memuji langkah Presiden Rusia Vladimir Putin yang tidak mengusir diplomat AS dari Moskow, walaupun AS telah mengusir diplomatnya dari Washington.

Trump, melalui aku Twitternya, memuji Putin dan menyebutnya sebagai sosok cerdas. "Langkah penundaan yang bagus - saya tahu dia amat cerdas!"

Rusia sebelumnya berjanji untuk menanggapi pengusiran 35 diplomatnya dari Washington menyusul sengketa tuduhan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden Amerika Serikat lalu.

Namun demikian, Putin mengisyaratkan bahwa Rusia kemungkinan akan menunggu hingga Donald Trump, yang mengecilkan klaim peretasan intelijen Rusia atas pemilu AS, resmi menjadi presiden.

Dalam berbagai kesempatan, Trump telah membantah klaim adanya peretasan selama pilpres yang disebutnya sebagai "konyol". Dia juga mempertanyakan sanksi untuk Rusia yang dilakukan Presiden AS Obama.

'Anti-Rusia'

Rusia sejak awal membantah terlibat dalam meretas hasil pemilihan presiden AS dan menyebut sansksi AS "tak berdasar."

Perdana Menteri Dmitry Medvedev menuduh Presiden Obama mengakhiri pemerintahannya dengan melakukan tindakan anti-Rusia.

Hak atas foto @REALDONALDTRUMP
Image caption Trump, melalui aku Twitternya, memuji Putin dan menyebutnya sebagai sosok cerdas. "Langkah penundaan yang bagus - saya tahu dia amat cerdas!"

Usai penghitungan hasil pilpres, AS mengungkap peretasan itu menyasar email-email di Partai Demokrat dan orang-orang dekat capres Hillary Clinton.

Pada Oktober lalu, pemerintah AS menyebut Rusia sebagai dalangnya, dan menuduh mereka mencampuri pemilu AS.

Menurut laporan rahasia CIA yang dilaporkan oleh Washington Post, Rusia mengintervensi untuk membantu kemenangan Donald Trump.

Trump, yang akan menggantikan Obama di Gedung Putih bulan depan, secara konsisten membantah tuduhan tersebut.

Berita terkait