Donald Trump buat petinggi Partai Republik khawatirkan masa depan lingkungan

trump, lingkungan, as Hak atas foto Getty Images
Image caption Christine Todd Whitman, yang mengepalai Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) saat George W Bush menjabat, menuding Trump mengabaikan sains.

Seorang politikus Partai Republik mengaku khawatir akan masa depan lingkungan manakala Donald Trump menjabat Presiden Amerika Serikat.

Christine Todd Whitman, yang mengepalai Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) saat George W Bush menjabat, menuding Trump mengabaikan sains.

"Saya merasa sangat khawatir bahwa tampaknya ada sikap abai terhadap sains mengenai perlindungan lingkungan. Saya amat risau akan masa depan keluarga saya dan segenap keluarga di dunia karena alam tidak pernah mematok perbatasan geopolitik dan apa yang sebuah negara lakukan akan mempengaruhi negara lain," kata Whitman kepada BBC.

Whitman memperingatkan bahwa apabila Trump menghapus kebijakan perlindungan lingkungan, masa depan dunia akan dipertaruhkan.

"Mengabaikan sesuatu yang disebut 97% ilmuwan bahwa hal ini sedang terjadi dan orang-orang akan terdampak…Kondisinya sudah sampai pada suatu titik di mana kita harus memperlambat laju (pencemaran) jika kita ingin selamat,"kata Whitman.

Rincian mengenai kebijakan lingkungan Trump belum jelas, namun staf Trump sudah berbicara tentang mendorong produksi batubara, membuka jaringan pipa minyak yang baru, dan membuka area pertambangan di cagar alam, atau mengebor minyak di Arktik.

Hak atas foto DOMINICK REUTER/AFP/Getty
Image caption Rincian mengenai kebijakan lingkungan Trump belum jelas, namun staf Trump sudah berbicara tentang mendorong produksi batubara.

Khianati konservasi

Whitman menuding Trump telah mengkhianati warisan konservasi yang disusun figur-figur Partai Republik terdahulu, seperti George Bush Senior yang menandatangani Konvensi Kerangka Kerja PBB di Rio pada 1992 dan Richard Nixon yang mendirikan EPA.

"Konservasi secara inheren adalah konservatif. Saya harap saya terbukti salah mengenai Trump, tapi dia memiliki begitu banyak multijutawan dari industri minyak di kabinetnya. Kami ingin mendapat energi dan menjadi negara yang mandiri dalam energi, tapi masalahnya lakukanlah dengan cara seimbang demi melindungi kesehatan dan lingkungan. Tapi dalam pandangan Trump itu mungkin tidak masuk perhitungan," kata Whitman.

Hak atas foto Matthew Brown/AP
Image caption Industri batubara AS berharap Gedung Putih di bawah pimpinan Trump akan menyokong industri tersebut.

Posisi menteri

Pilihan Trump untuk mengisi jabatan menteri telah membangkitkan kerisauan sejumlah ilmuwan.

Beberapa di antara mereka mengaku ragu terhadap sains tentang perubahan iklim, meskipun pernyataan itu tidak bisa dijadikan patokan apa yang akan mereka lakukan begitu menjabat posisi menteri.

Kandidat untuk Menteri Energi adalah mantan Gubernur Texas, Rick Perry, yang di masa lalu pernah menyerukan penghapusan Departemen Energi.

Calon untuk menjabat kepala EPA adalah Scott Pruitt, yang ingin menghapuskan program energi hijau yang berhubungan dengan ikrar AS untuk memangkas emisi CO2.

Lalu, kandidat Menteri Luar Negeri adalah Rex Tillerson, bos perusahaan Exxon Mobil, yang sedang diselidiki atas tuduhan mengecoh pandangan para pemegang saham mengenai risiko perubahan iklim.

Topik terkait

Berita terkait