ISIS klaim lakukan serangan kelab malam di Istanbul

Pelaku serangan Hak atas foto CCTV/Haberturk Newspaper/AP
Image caption Rekaman CCTV menunjukkan terduga pelaku serangan memuntahkan peluru ke arah pengunjung kelab malam Reina.

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) mengatakan salah satu anggotanya melakukan serangan di kelab malam Istanbul, Turki, yang menewaskan 39 orang pada malam Tahun Baru.

Dalam pernyataannya pada Senin (02/01), ISIS menyebut pelaku serangan sebagai "tentara heroik dari kekhalifahan".

Presiden Recep Tayyip Erdogan menuduh ISIS berusaha "menimbulkan kekacauan".

Aparat keamanan Turki terus melancarkan operasi pencarian terhadap pelaku serangan.

Di tengah pencarian itu, muncul informasi lebih mendalam terkait aksi yang mengguncang Istanbul.

Sebagaimana dilaporkan oleh media Turki, terduga pelaku menembakkan 180 peluru. Ia tiba di kelab malam Reina dengan menumpang taksi sebelum bergegas menerobos pintu masuk dengan membawa senjata yang penuh dengan peluru pada Minggu dini hari (01/01).

Hak atas foto Getty Images
Image caption Sebagian korban serangan di kelab malam Reina telah dimakamkan.
Hak atas foto REUTERS/Huseyin Aldemir
Image caption Para korban selamat serangan di kelab malam Reina mengaku sangat terguncang.

Terduga pelaku kemudian menembaki pengunjung kelab malam selama tujuh menit. Setelah itu, ia berganti mantel dan menyelinap keluar di tengah kekacauan yang baru saja ia timbulkan.

Setidaknya 600 orang merayakan pergantian malam Tahun Baru 2017 di kelap malam Reina ketika serangan terjadi.

Rincian kewarganegaraan korban:

  • Turki: 11
  • Arab Arabia: 7
  • Irak: 4
  • Lebanon: 3
  • Yordan, India, Moroko: masing-masing dua orang
  • Suriah, Israel, Prancis, Tunisia, Belgia, Kuwait, Kanada, Rusia: masing-masing satu orang

Selama tahun 2016, Turki mengalami serangkaian serangan mematikan, sebagian dilakukan oleh kelompok militan Kurdi dan sebagian diklaim dilakukan oleh ISIS.

Topik terkait

Berita terkait