Trump tepis klaim Korea Utara soal rudal balistik

korut, korea utara Hak atas foto KCNA via Reuters
Image caption Mesin baru untuk proyek rudal balistik antarbenua sedang diuji coba di Pusat Antariksa Sohae di Distrik Cholsan, Provinsi Pyongan Utara, Korea Utara. Foto ini dirilis pada 9 April 2016.

Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump menepis klaim Kim Jong-un tentang kemampuan Korea Utara untuk mengembangkan rudal balistik yang menjangkau AS.

Melalui media sosial Twitter, Trump berkomentar, "Itu tidak akan terjadi."

Cuitan tersebut berhenti pada kalimat itu, tanpa menjelaskan alasannya sehingga menimbulkan beragam tafsir.

"Bisa berarti Trump meyakini Korea Utara akan gagal mencapai kemajuan teknologi, atau rezim itu akan runtuh, atau dia bisa membujuk Kim Jong-un untuk menghentikan program nuklir. Sebelum pemilihan, dia mengatakan bahwa kedua pemimpin mungkin akan duduk bersama sambil makan burger," kata koresponden BBC di Seoul, Stevan Evans.

Hak atas foto Twitter
Image caption Cuitan Donald Trump soal klaim Korea Utara mengenai senjata nuklir.

Profesor Siegfried Hecker dari Universitas Stanford di California, yang diwawancarai BBC pada September 2016 lalu, mengatakan bahwa kemampuan Korut untuk menempatkan hulu ledak nuklir pada roket yang bisa mencapai AS "masih sangat jauh, mungkin lima hingga 10 tahun lagi."

Sebelumnya, saat menyampaikan pesan Tahun Baru, pemimpin Korut, Kim Jong-un, mengklaim bahwa pembuatan rudal balistik antarbenua milik Korut dalam "tahap akhir".

Pyongyang telah melakoni dua tes nuklir selama setahun terakhir.

Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyerukan pada Korut untuk tidak melakukan uji rudal dan menerapkan beragam sanksi, namun hal itu diabaikan Korut.

Topik terkait

Berita terkait