Ingin dirikan negara Islam, 20 orang di Ethiopia dipenjara

Addis Ababa Hak atas foto Reuters
Image caption Dua puluh orang dinyatakan bersalah berusaha mendirikan negara Islam di Ethiopia.

Pengadilan di Ethiopia menjatuhkan hukuman penjara terhadap 20 warga Muslim, setelah dinyatakan bersalah mencoba mendirikan negara Islam.

Mereka didakwa dengan menggunakan undang-undang baru antiterorisme yang dinilai kontroversial. Sebanyak 19 di antara mereka dijatuhi hukuman penjara 5,5 tahun, namun pengacara mereka mengatakan akan mengajukan banding.

"Para terdakwa tidak mendapatkan proses hukum yang adil ... proses hukum ini cacat dan mereka juga diperlakukan secara buruk di pusat penahanan Kilinto," kata Mustafa Safi, pengacara terdakwa kepada kantor berita Associated Press, hari Selasa (03/01).

"Mereka tak boleh melakukan salat ... kami akan banding (atas vonis hakim)," katanya.

Dua di antara terdakwa adalah wartawan yang bekerja di stasiun radio Islam. Jaksa mengatakan, para terdakwa mencoba memicu kekerasan dengan membagikan selebaran di sejumlah masjid di ibu kota Addis Ababa dan di beberapa kota lain.

Media yang berafiliasi dengan pemerintah, Fana Broadcasting Corporate, mengatakan bahwa para terdakwa juga 'dinyatakan bersalah ambil bagian dalam gerakan untuk membebaskan kelompok Islam lain' yang saat ini ditahan.

Sejumlah pihak mengatakan, kalangan Muslim sudah lama mereka terpinggirkan di Ethiopia. Mereka menggelar aksi protes sejak 2011, beberapa di antaranya dihadapi dengan tindakan tegas oleh aparat pemerintah.

Sejumlah pemimpin pengunjuk rasa ditahan.

Ethiopia adalah salah satu sekutu Barat di kawasan dan sering dikritik karena dianggap 'membungkam orang-orang atau wartawan yang kritis terhadap pemerintah'.

Pemerintah memberlakukan keadaan darurat sejak Oktober 2016 menyusul aksi demonstrasi besar-besaran untuk mendesak kebebasan politik yang lebih besar.

Topik terkait

Berita terkait