Cina akan buka 13 juta lapangan kerja melalui investasi energi terbarukan

Polisi lalu lintas Hak atas foto Andy Wong/AP
Image caption Polisi lalu lintas mengenakan masker ketika berpatroli di Beijing di tengah kabut asap yang menyelimuti ibu kota Cina.

Pemerintah Cina mengatakan akan membuka 13 juta lapangan kerja selama lima tahun mendatang dengan melakukan investasi sebesar US$361 miliar atau sekitar Rp 4,811 triliun di bidang energi terbarukan.

Hal itu dituangkan dalam dokumen cetak biru Badan Energi Nasional yang memaparkan rencananya untuk mengembangkan sektor energi selama lima tahun mulai 2016-2020.

Ditambahkan oleh badan itu bahwa kapasitas energi terbarukan termasuk tenaga angin, air, surya dan nuklir ditargetkan akan bisa memasok sekitar 50% dari generasi baru tenaga listrik sebelum tahun 2010.

Badan Energi Nasional tidak merinci berapa jumlah dana yang akan diinvestasikan di masing-masing sektor.

Namun Cina telah menjadikan pengalihan ke bahan bakar ramah lingkungan sebagai prioritas politik.

Kemendesakan itu dibuktikan oleh masalah polusi kronik yang disebabkan oleh berbagai pembangkit listrik batu bara. Selama berminggu-minggu belakangan, wilayah Cina bagian utara diselimuti kabut asap tebal yang mengandung racun.

Hak atas foto Carlos Barria/Reuters
Image caption Cina mengatakan akan mengandalkan sumber-sumber energi ramah lingkungan seperti angin dan hidro.
Hak atas foto Andy Wong/AP
Image caption Cina menjadikan pengalihan energi yang lebih ramah lingkungan sebagai prioritas politik setelah polusi semakin memburuk.

Wartawan BBC di Beijing John Sudworth melaporkan meskipun dana yang akan diinvestasikan sangat besar, rencana tersebut tidak sebanding dengan target-target yang lebih ambisius yang sudah diumumkan sebelumnya.

Di samping itu skeptisme juga disuarakan banyak kalangan terkait target yang ditetapkan pemerintah.

Menurut Paolo Frankl, kepala divisi energi terbarukan di badan penasihat yang berkantor di Paris, Badan Energi Internasional, program baru tersebut setidaknya menghadapi beberapa tantangan.

Tantangan pertama, jelas Frankl, pemerintah Cina harus menanggung kenaikan jumlah subsidi yang dibayar. Kedua, pengintegrasian jaringan listrik yang juga perlu diperkuat untuk mengalirkan listrik dari daerah-daerah kaya akan sumber energi angin dan sinar matahari ke kota-kota yang memerlukannya di bagian timur.

Topik terkait

Berita terkait