Obama kecam aksi kebencian yang diunggah di live-stream

Empat tersangka pelaku kejahatan kebencian di Chicago, AS. Hak atas foto Chicago Police
Image caption Empat tersangka pelaku kejahatan kebencian di Chicago, AS.

Presiden Obama mengatakan bahwa aksi penyiksaan atas seorang pria yang mengalami gangguan mental dan kemudian diunggah ke Facebook Live sebagai aksi "kebencian".

Presiden mengatakan bahwa meski dia tak percaya hubungan antar-ras di AS memburuk, namun ada keterpaparan publik yang lebih tinggi pada kejahatan bermotif rasial di era digital/

Menurutnya, video tersebut menunjukkan problem yang sudah muncul dalam beberapa waktu terakhir.

Tiga remaja dan seorang perempuan dewasa, 24, dijadwalkan untuk hadir di sidang Jumat (06/01) ini atas tuduhan kekerasan dengan senjata.

Jordan Hill, Brittany Covington dan Tesfaye Cooper, semuanya 18, dan Tanishia Covington juga dikenai tuduhan melawan hukum saat ditahan.

Hak atas foto EPA
Image caption Presiden Obama tetap optimistis akan hubungan antar-ras di AS dalam jangka panjang.

Dalam video tersebut, para pelaku terdengar mengatakan hal-hal yang merendahkan warga kulit putih dan Donald Trump.

"Yang kita lihat sekarang, saya rasa, adalah masalah yang sudah ada sejak lama," kata Obama pada CBS Chicago.

"Bisa dari ketegangan antara polisi dan masyarakat, kejahatan kebencian yang luar biasa ini baru-baru saja muncul di Facebook."

Presiden mengatakan bahwa meski insiden di Chicago tersebut menjadi kekhawatiran serius, dia tetap optimistis akan hubungan antar-ras di AS dalam jangka panjang.

"Kabar baiknya adalah generasi yang akan datang...punya sikap yang lebih cerdas, lebih baik, dan lebih kaya akan ras," katanya.

"Saya rasa, secara umum, pergerakan hubungan antar-ras di negara ini sangat positif. Tidak berarti semua masalah rasial kemudian hilang. Tapi bahwa kita punya kapasitas untuk menjadi lebih baik."

Semua pelaku, kecuali Tanishia Covington, juga mendapat tuduhan tambahan perampokan rumah.

Hill juga dikenai dakwaan perampokan dan kepemilikan kendaraan bermotor curian.

Hak atas foto Facebook
Image caption Korban dipaksa minum air dari toilet, dan sebagian kulit kepalanya dikuliti dengan pisau, lalu diikat, disumpal dan dipukuli.

Polisi mengatakan bahwa korban berusia 18 tahun diantar oleh orangtuanya ke restoran Mc Donald's pada 31 Desember untuk menemui temannya, Jordan Hill, yang kemudian menjadi salah satu penyerangnya.

Mereka kemudian berkendara selama dua hari, tidur di dalam mobil van yang diduga dicuri oleh Hill tanpa sepengetahuan korban, sebelum kemudian menuju rumah saudari Covington.

Polisi mengatakan bahwa sebuah perkelahian yang asalnya pura-pura kemudian berubah menjadi penyiksaan di sebuah flat di sisi barat kota Illinois.

Korban dipaksa minum air dari toilet, dan sebagian kulit kepalanya dikuliti dengan pisau, lalu diikat, disumpal dan dipukuli.

Pada satu titik di video sepanjang 30 menit itu, para pelaku juga terlihat memotongi baju korban, menjatuhkan abu rokok ke korban dan mendorong kepalanya dengan kaki.

Kepala Polisi Chicago Kevin Duffin mengatakan bahwa korban berhasil kabur saat para penyerangnya turun ke bawah untuk menemui warga yang menelepon polisi karena suara ribut.

Duffin mengatakan bahwa hinaan atas ras dan gangguan mental korban, yang terlihat di video, menjadi dasar dakwaan kejahatan kebencian.

Korban ditemukan dalam kondisi disorientasi dan trauma, berjalan hanya menggunakan celana pendek dan sandal dengan Hill.

Korban yang sulit berkomunikasi dengan polisi kemudian dibawa ke rumah sakit untuk perawatan dan sudah diizinkan pulang.

Insiden tersebut memicu reaksi keras di Twitter, terutama di kalangan alt-right atau kelompok yang merayakan kemenangan presiden AS Trump dengan penghormatan ala Nazi.

Topik terkait