Cina penjarakan pendiri bank palsu atas tuduhan penipuan

Rekaman televisi Cina yang menunjukkan bagian dalam bank dengan bagian kasir. Hak atas foto Nanjing Broadcast Station
Image caption 'Bank' tersebut punya jendela kasir dan petugas berseragam.

Pengadilan di Nanjing, Cina menjatuhkan vonis penjara kepada dua pria yang menilap uang nasabah lewat tabungan di bank palsu, menurut laporan media.

Dua pria tersebut, dengan nama belakang Zeng dan He, terbukti bersalah karena mengambil 435juta Yuan (Rp800 miliar lebih) dari 400 lebih nasabah.

Hukuman tersebut ditegaskan di pengadilan banding, lapor surat kabar People's Daily, dan dua pria tersebut dipenjara selama sembilan dan sembilan setengah tahun.

Fasilitas tersebut, yang sebenarnya adalah sebuah koperasi, Koperasi Ekonomi Profesional Desa Mengxin. Bagian dalamnya mirip dengan bank yang dikelola pemerintah, dengan meja kasir, petugas berseragam, dan slip setoran yang mirip.

Meski 'bank' tersebut punya izin untuk beroperasi sebagai koperasi desa, namun tak memiliki izin sebagai bank.

'Seperti bank'

Koperasi Ekonomi Profesional Desa Mengxin pertama didirikan pada 2012 sebagai konsultan pertanian, menurut People's Daily.

Pada 2013, pendirinya mulai mengiklankan suku bunga yang menarik bagi konsumen yang menyimpan tabungannya dengan mereka, meski mereka tak punya izin mengumpulkan tabungan.

Salah satu pendirinya, He, sempat bekerja di bank milik negara dan melatih pegawai sesuai standar bank.

Koran tersebut mengutip mantan karyawan bernama belakang Song yang mengatakan bahwa mereka diminta untuk mengalihkan pertanyaan dari nasabah.

"Pemilik deposito akan menanyakan tentang koperasi kami, cakupan bisnis kami, dana yang terdaftar. Kami akan memberi jawaban kabur bahwa kami tidak tahu dan bos-bos kami punya semua izinnya.

"Jika kami ditanya apakah koperasi ini bank, kami akan menjawab, seperti bank. Kami disuruh He untuk memberi jawaban itu," kata Song.

Aktivitas ilegal koperasi ini diketahui ketika seorang pebisnis yang tak mendapat suku bunga yang dijanjikan kemudian melapor ke polisi pada 2014 dan memicu penyelidikan lebih dalam.

Ketika terbongkar, kisah ini mengejutkan banyak orang di Cina - yang sudah terbiasa dengan skandal makanan atau produk palsu. Banyak yang menyatakan heran bahwa 'bank' bisa beroperasi dalam jangka waktu panjang tanpa terdeteksi dan canggihnya kejahatan tersebut.

Topik terkait

Berita terkait