Amerika Serikat 'mengidentifikasi' agen-agen peretasan Rusia dalam pemilihan presiden

Moskow Hak atas foto SERGEI ILNITSKY/EPA
Image caption Moskow membantah tudingan terlibat dalam peretasan terkait pemilihan presiden AS 2016.

Amerika Serikat telah mengindentifikasi agen-agen Rusia yang berada di balik dugaan peretasan menjelang pemilihan presiden Amerika yang dimenangkan oleh Donald Trump, lapor media Amerika.

Menurut CNN, Washington Post dan NBC News dengan mengutip sumber-sumber intelijen, pihak berwenang menyadap komunikasi setelah pemilihan presiden Amerika Serikat yang menunjukkan para pejabat tinggi pemerintah Rusia merayakan kemenangan Donald Trump dari Partai Republik. Trump mengalahkan saingannya dari Partai Demokrat Hillary Clinton dalam pemilihan yang digelar pada November lalu.

Nama-nama agen Rusia itu belum diumumkan. Mereka diduga mengirimkan surat-surat elektronik yang dicuri dari kubu Demokrat ke situs pembocor dokumen rahasia Wikileaks sebagai upaya untuk mengalihkan suara ke Donald Trump.

Ditambahkan bahwa badan-badan terkait juga mengidentifikasi para perantara yang menyerahkan surat-surat elektronik kepada Wikileaks, namun rinciannya tidak diungkap lebih jauh.

Sejauh ini Rusia menegaskan pihaknya tidak terlibat dalam kasus itu dan pendiri WikiLeaks Julian Assange mengatakan Moskow bukan sumber dari informasi yang dibocorkannya.

Hak atas foto Evan Vucci/AP
Image caption Donald Trump membantah dugaan bahwa kemenangannya dibantu oleh Rusia.

NBC News melaporkan yang menjadi sasaran peretasan oleh agen-agen Rusia tidak hanya komputer milik Komite Nasional Demokrat, tetapi juga Gedung Putih, kepala staf gabungan, Kementerian Luar Negeri dan berbagai perusahaan besar Amerika.

Presiden terpilih Donald Trump meragukan laporan intelijen Amerika tentang dugaan keterlibatan Rusia dalam peretasan terkait pemilihan presiden yang dimenangkannya.

Sikap tersebut dikritik keras oleh Wakil Presiden Joe Biden. Menurut Biden, Trump "sama sekali tidak berpikir panjang" karena tidak percaya kepada badan-badan intelijen Amerika.

Berita terkait