Tuntut gaji, serdadu Pantai Gading sandera menteri pertahanan

pantai gading Hak atas foto AFP
Image caption Sejumlah serdadu pemberontak berdiri di belakang Menteri Pertahanan Pantai Gading, Alain-Richard Donwahi (tengah, duduk).

Sejumlah serdadu di Pantai Gading melancarkan pemberontakan dan menyandera menteri pertahanan guna menuntut gaji yang lebih baik. Setelah dua jam, sang menteri dibebaskan.

Alain Richard Donwahi semula disandera di Kota Bouake oleh sekelompok serdadu yang menolak besaran gaji dan bonus.

Presiden Alassane Ouattara mengatakan dia telah menerima tuntutan mengenai gaji, bonus, dan kondisi kerja yang diminta para serdadu.

"Namun saya juga ingin mengatakan bahwa cara membuat tuntutan seperti ini tidak patut. Ini mencoreng citra negara kita setelah semua upaya kita untuk membangkitkan ekonomi," kata Ouattara.

Belum jelas apakah pemberontakan masih berlangsung, walau Menteri Pertahanan Alain Richard Donwahi telah dibebaskan.

Hak atas foto LEGNAN KOULA / EPA
Image caption Pemberontakan disebut telah merembet ke Kota Abdijan

Pemberontakan bermula di Bouake, kota terbesar kedua di Pantai Gading, pada Jumat (06/01). Aksi itu kemudian merembet ke Kota Abidjan, tempat para serdadu mengambil alih markas angkatan darat.

Wartawan BBC di Abidjan, Alex Duval Smith, mengatakan pemberontakan sejumlah serdadu membangkitkan kembali kenangan Perang Sipil Pantai Gading yang berlangsung selama 10 tahun dan berakhir pada 2011.

Para serdadu yang ikut ambil bagian dalam protes gaji itu diduga mantan pemberontak yang bergabung dengan militer ketika konflik rampung.

Pada 2011, kubu pemberontak melaju dari Bouake ke Abidjan sehingga Ouattara dapat merebut kekuasaan dari tangan Laurent Gbagbo yang kini diadili pada Mahkamah Kriminal Internasional.

Topik terkait