Serangan truk warga Palestina di Jerusalem, empat orang Israel tewas

Israel, Jerusalem Hak atas foto Getty/Lior Mizrahi
Image caption Pengemudi warga Palestina, yang disebut berasal dari Jerusalem Timur, tewas ditembak.

Empat orang tewas di Jerusalem setelah seorang warga Palestina menabrakkan truk ke sekelompok tentara Israel.

Polisi mengatakan serangan itu sebagai aksi teroris dan pengemudi truk tewas ditembak oleh tentara yang berada di dalam kelompok yang diserang.

Korban yang tewas adalah tiga tentara perempuan dan seorang pria sementara 13 lainnya cedera.

Dalam 15 bulan lebih belakangan, sejumlah serangan dilakukan atas warga Palestina terhadap penduduk Israel, baik dengan menggunakan senjata api, pisau, maupun kenderaan bermotor.

Hak atas foto AFP/Lior Mizrahi
Image caption Sarasan serangan truk adalak sekelompok tentara Israel.

Kepala Kepolisian Israel, Roni Alsheich, mengatakan serangan Minggu (08/01) dilakukan oleh seorang warga Palestina yang berasal dari Jerusalem Timur.

Rekaman kamera pengawas memperlihatkan truk dikemudikan dengan kecepatan tinggi ke arah sekelompok tentara sebelum mundur kembali untuk melindas para korban.

"Dia mengemudi truk mundur untuk menabrak lebih banyak orang. Itu jelas," kata seorang saksi mata, Leah Schriber, kepada sejumlah wartawan.

Serangan terjadi di kawasan Armon Hanatziv yang ramai pengunjung dengan pemandangan ke arah Kota Tua Jerusalem.

Hak atas foto Getty/Lior Mizrahi
Image caption Walikota Jerusalem, Nir Barkat, sudah meningkatkan keamaman di seluruh Jerusalem.

Hamas 'memuji' serangan

Keamanan sudah ditingkatkan di seluruh Jerusalem dan Walikota Nir Barkat meminta kepada para penduduk untuk tidak 'membiarkan teror menang' dan para militan akan 'membayar dengan harga tinggi'.

"Tidak ada batasan dari kekejaman para teroris yang siap menggunakan semua cara yang mungkin untuk membunuh Yahudi dan merusak rutinitas kehidupan di ibu kota Israel," katanya.

Kelompok militan Hamas memuji serangan tersebut, seperti dilaporkan kantor berita AP. Juru bicara Hamas, Abdul-Latif Qanou, menyebutnya sebagai 'heroik' dan mendorong warga Palestina lainnya untuk 'meningkatkan perlawanan'.

Hak atas foto Getty/Lior Mizrahi
Image caption PM Israel, Benjamin Netanyahu, sudah mengunjungi tempat serangan, yang menewaskan empat orang.

Sebelum insiden terakhir di Jerusalem ini, 35 orang Israel tewas karena serangan senjata api, pisau, maupun kenderaan bermotor oleh warga Palestina atau warga Arab Israel sejak Oktober 2015.

Sementara 200 warga Palestina -sebagian besar adalah penyerang, menurut Israel- tewas sepanjang periode yang sama.

Israel menudung serangan-serangan dipicu karena hasutan para pemimpin Palestina, yang membantah keras tuduhan itu dan menegaskan penyebabnya adalah rasa frustasi akibat pendudukan Israel selama beberapa dekade.

Wartawan BBC di Jerusalem, Yolande Knell, mengatakan jumlah serangan atas warga Israel menurun dalam beberapa belakangan dan insiden Minggu (08/01) merupakan salah satu yang terburuk dengan korban jiwa empat orang.

Berita terkait