Netanyahu sebut pelaku serangan truk di Jerusalem pendukung ISIS

israel Hak atas foto Olivier Fitoussi / AP
Image caption Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (berdasi biru polos), meninjau lokasi serangan truk di Jerusalem.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan "semua tanda-tanda" menunjukkan pria yang menabrakkan truk ke sekelompok tentara Israel di Jerusalem adalah pendukung kelompok ISIS.

Ketika berkunjung ke lokasi kejadian, Netanyahu mengatakan, "Kita tahu bahwa ada serangkaian serangan teror. Pasti ada hubungan antara kejadian-kejadian itu, dari Prancis ke Berlin, dan kini Jerusalem."

Walau demikian, Netanyahu tidak memaparkan bukti-bukti yang dia miliki untuk mendukung klaimnya.

Sebanyak empat serdadu Israel, tiga perempuan dan seorang pria, tewas dan 17 lainnya luka-luka ketika sebuah truk menabrak mereka di kawasan Armon Hanatziv yang ramai pengunjung dengan pemandangan ke arah Kota Tua Jerusalem.

Hak atas foto AHMAD GHARABLI / AFP
Image caption Foto Fadi Qunbar, pria yang disebut aparat Israel menabrakkan truk ke arah serdadu Israel di Jerusalem.

Pengemudi truk diketahui sebagai seorang pria warga Palestina, yaitu Fadi Qunbar. Dia berusia 28 tahun dan berasal dari Distrik Jabel Mukaber, Jerusalem Timur. Qunbar meninggal dunia setelah ditembak aparat Israel.

Rekaman kamera pengawas di lokasi kejadian menunjukkan truk meluncur dalam kecepatan tinggi ke arah para serdadu dan mundur ke arah orang-orang lain.

"Dia menyetir mundur untuk menabrak lebih banyak orang. Itu jelas," kata Leah Schreiber, salah seorang saksi mata.

Secara terpisah, kelompok Hamas yang berkuasa di Gaza memuji aksi pelaku. Juru bicara Hamas, Abdul-Latif Qanou, menyebut tindakan tersebut sebagai aksi "heroik" dan mendorong warga Palestina lainnya untuk "meningkatkan perlawanan".

Insiden serangan truk ke kerumunan orang terjadi dua kali sepanjang 2016, yakni di Nice, Prancis, dan Berlin, Jerman.

Serangan di Nice, pada Juli 2016 silam, menyebabkan sebanyak 84 orang tewas. Adapun serangan di Berlin, pada Desember lalu, menewaskan 12 orang.

Topik terkait

Berita terkait