Pejabat senior Samsung diinterogasi terkait skandal korupsi Korsel

samsung, korsel, korea Hak atas foto EPA / YONHAP
Image caption Samsung dituding memberi sumbangan dalam jumlah besar kepada sejumlah yayasan nirlaba yang dijalankan Choi Soon-sil, orang kepercayaan Presiden Park Geun-hye.

Dua pejabat senior Samsung diinterogasi sebagai bagian dari penyelidikan korupsi yang diduga melibatkan presiden Korea Selatan yang dimakzulkan, Park Geun-hye.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita Korsel, Yonhap, dua pejabat yang diinterogasi adalah Wakil Direktur Utama Choi Gee-sung dan direktur utama grup Samsung, Chang Choong-ki.

Perusahaan elektronik itu dituding memberi sumbangan dalam jumlah besar kepada sejumlah yayasan nirlaba yang dijalankan Choi Soon-sil, orang kepercayaan Park.

Sumbangan itu diduga diberikan sebagai balasan atas sokongan politik terhadap merger kontroversial antara divisi kontruksi Samsung, Samsung C&T, dan perusahaan Cheil Industries.

Penyatuan usaha itu tetap berjalan, walau ditentang sejumlah pemegang saham yang menilai merger tersebut akan merugikan pemegang saham minoritas dan pada saat bersamaan menguntungkan keluarga pemilik Samsung, Lee Kun-hee.

Hak atas foto CHUNG SUNG-JUN / AFP
Image caption Choi Soon-Sil (tengah), orang dekat Presiden Korsel Park Geun-Hye, menjalani persidangan persana di Pengadilan Seoul, 5 Januari lalu.

Pendanaan kuda

Dinas Layanan Pensiun Nasional Korsel (NPS), yang memiliki saham baik di Samsung C&T maupun perusahaan Cheil Industries, melegalisasi kesepakatan merger dan sejak itu kepala NPS ditahan aparat Korsel.

Namun, jaksa penuntut menuding Samsung memberikan uang sebesar 2,8 juta euro atau setara dengan Rp39,4 miliar kepada perusahaan yang dimiliki Choi Soon-sil dan putrinya, Chung Yoo-ra.

Pemimpin de-facto Samsung, Lee Jae-yong, membenarkan bahwa pihaknya telah membelikan seekor kuda untuk Chung, yang nilai sebenarnya 'hanya' mencapai US$850 ribu atau Rp11,3 miliar—suatu tindakan, yang menurut Lee, disesalkan.

Secara keseluruhan, ada delapan perusahaan yang mengaku menyumbangkan dana terkait Presiden Park Geun-hye. Namun, mereka menolak pemberian dana itu dimaksudkan untuk mendapat timbal balik.

Pada 9 Desember lalu, parlemen Korsel memakzulkan Park Geun-hye, keputusan yang harus disahkan atau ditolak Mahkamah Konstitusi dalam enam bulan. Selama kurun waktu tersebut, dia masih secara formal menjabat presiden, namun kewenangannya dibekukan.

Korsel kini dipimpin Perdana Menteri Hwang Kyo-ahn, yang ditunjuk presiden.

Park Geun-hye membantah dirinya telah melakukan kesalahan, namun dia meminta maaf atas caranya menjalin hubungan dengan Choi Soon-sil, yang juga menyanggah melakukan tindak pidana.

Topik terkait