Gubernur BI: Tidak ada uang Rupiah yang memuat simbol 'Palu dan Arit'

uang rupiah Hak atas foto AFP/AMAN ROCHMAN
Image caption "Gambar tersebut merupakan gambar saling isi (rectoverso), yang merupakan bagian dari unsur pengaman uang Rupiah," kata Gubernur BI Agus Martowardojo dalam keterangannya, Senin (10/01) siang.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menegaskan kembali bahwa uang Rupiah tidak memuat simbol terlarang palu dan arit seperti yang dituduhkan sejumlah pihak.

Agus Martowardojo menegaskan gambar yang dipersepsikan sebagai simbol palu dan arit itu adalah logo Bank Indonesia yang dipotong secara diagonal sehingga membentuk ornamen yang tidak beraturan.

"Gambar tersebut merupakan gambar saling isi (rectoverso), yang merupakan bagian dari unsur pengaman uang Rupiah," kata Gubernur BI Agus Martowardojo dalam keterangannya, Senin (10/01) siang.

Dia menjelaskan, unsur pengaman dalam uang Rupiah bertujuan agar masyarakat mudah mengenali ciri-ciri keaslian uang. "Sekaligus menghindari pemalsuan," tandasnya.

Seperti diketahui, tuduhan uang Rupiah yang baru itu memuat simbol palu arit -simbol yang dilekatkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) - beredar di media sosial.

Belum jelas siapa pihak yang pertama menggulirkan tuduhan itu di media sosial, tetapi sebuah kelompok yang menamakan diri Jaringan Intelektual Muda Anti Fitnah (Jimaf) telah melaporkan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ke Polda Metro Jaya terkait tuduhan logo uang Rupiah tersebut.

"Ada juga laporan masalah uang yang dibilang bergambar palu arit," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Mohamad Iriawan, Kamis (05/01) lalu.

Sejumlah laporan menyebutkan Jimaf melaporkan hal ini berdasarkan unggahan video berisi ceramah Rizieq Shihab yang menyebut ada salah-satu uang kertas Rupiah yang bergambar seperti logo palu arit.

Polisi sejauh ini dilaporkan masih terus menyelidiki pelaporan itu dengan meminta keterangan antara lain para ahli dan BI.

'Hormati uang Rupiah'

Menurut Direktur eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara, gambar rectoverso dicetak dengan teknik khusus sehingga terpecah menjadi dua bagian di sisi depan dan belakang lembar uang.

"Dan hanya dapat dilihat utuh bila diterawang," jelas Tirta.

Hak atas foto Tribunnews
Image caption Pecahan uang 100 ribu rupiah yang dituduh memuat logo yang mirip palu arit.

Dikatakan, rectoverso umum digunakan sebagai salah satu unsur pengaman berbagai mata uang dunia. Alasannya, rectoverso sulit dibuat dan memerlukan alat cetak khusus.

"Di Indonesia, rectoverso telah digunakan sebagai unsur pengaman Rupiah sejak tahun 1990-an. Sementara logo BI telah digunakan sebagai rectoverso uang Rupiah sejak tahun 2000," paparnya.Lebih lanjut Gubernur BI Agus Martowardojo menegaskan pula Rupiah merupakan salah satu lambang kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Untuk itu, Bank Indonesia mengingatkan kembali kepada masyarakat agar senantiasa menghormati dan memperlakukan uang Rupiah dengan baik," tegas Agus.

Berita terkait