Perundingan damai Timur Tengah di Paris berlangsung tanpa Israel

Israel and Palestinian flags at a peace rally in Tel Aviv (Oct 2015) Hak atas foto AFP
Image caption Israel dam Palestina tak pernah lagi berunding secara resmi sejak 2014

Sebuah konferensi internasional untuk mengupayakan dimulainya lagi pembicaraan damai antara Israel dan Palestina dilangsungkan di ibukota Perancis, Paris.

Delegasi dari 70 negara diperkirakan akan menegaskan kembali dukungan untuk solusi dua-negara dalam konflik yang sudah berlangsung puluhan tahun itu.

Palestina menyambut pertemuan itu tetapi Israel - yang tidak menghadirinya - menuding konferensi itu penuh dengan agenda yang bertentangan dengan niat perdamaian.

Putaran terakhir pembicaraan damai langsung ambruk pada bulan April tahun 2014.

Israel dan Palestina diundang untuk mendengar kesimpulan dari pertemuan tersebut, tetapi tidak diundang untuk berpartisipasi dalam KTT itu sendiri.

Konferensi berlangsung pada saat terjadinya ketegangan antara Israel dan masyarakat internasional setelah bulan lalu PBB mengeluarkan resolusi yang mengecam kegiatan permukiman Israel di wilayah pendudukan.

Israel menuduh pemerintahan Obama merekayasa resolusi itu dan membiarkannya disahkan dengan tidak menggunakan hak veto di Dewan Keamanan PBB.

Gedung Putih membantah berkolusi untuk mengesahkan resolusi.

Konstruktif dan seimbang

Berbagai laporan mengatakan rancangan pernyataan untuk pertemuan itu menyerukan Israel dan Palestina "untuk secara resmi menyatakan kembali komitmen mereka terhadap solusi dua negara" dan menghindari mengambil "langkah-langkah sepihak yang berprasangka pada hasil negosiasi status akhir".

Sebuah "solusi dua negara" untuk negara Palestina yang berdampingan dengan Israel telah lama didorong oleh kedua belah pihak tetapi muncul perbedaan pandangan yang tajam tentang jenis negara Palestina itu.

Israel menolak keterlibatan internasional dalam proses perdamaian, mengatakan penyelesaian hanya dapat datang melalui pembicaraan langsung.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut pertemuan Paris "konferensi dicurangi" yang Israel tidak terikat olehnya.

"[Ini] dicurangi oleh Palestina dengan naungan Perancis untuk mengadopsi sikap-sikap tambahan anti-Israel," katanya, Kamis. "Ini akan mendorong mundur proses perdamaian."

Hak atas foto AFP
Image caption Tentara Israel dan warga Palestina tak kunjung berhenti terlibat bentrokan di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan Menteri Luar Negeri John Kerry akan hadir di pertemuan itu untuk memastikan "apa pun yang terjadi dalam konferensi ini berlangsung konstruktif dan seimbang".

Juru bicara Mark Toner mengatakan AS tidak "ingin melihat dipaksakannya suatu solusi pada Israel".

Israel khawatir bahwa konferensi akan menetapkan persyaratan untuk kesepakatan akhir dan berusaha untuk membuatnya disahkan di PBB, langkah yang dipandangnya akan merusak negosiasi di masa depan.

Masalah-masalah mengganjal

Pembicaraan damai selama beberapa tahun ini maju mundur, dan begitu banyak perbedaan yang masih memisahkan Israel dan Palestina.

Palestina keberatan dengan kegiatan permukiman Israel di wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang mereka tegaskan sebagai bagian dari negara masa depan mereka.

Pemukiman yang menampung sekitar 600.000 warga Israel itu dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional, meskipun Israel tak mengakuinya.

Israel mengatakan hasutan kekerasan, dan penolakan untuk menerima Israel sebagai negara Yahudi, adalah kendala kunci untuk perdamaian.

Isu-isu inti lainnya termasuk status masa depan Jerusalem dan nasib jutaan pengungsi Palestina.

Hak atas foto AFP
Image caption Pembicaraan damai terganjal antara lain oleh pembangunan pemukiman di Tepi Barat dan Jerusalem Timur.

Berita terkait