Buronan terduga pelaku serangan klub Istanbul ditangkap aparat Turki

Polisi menerbitkan foto tersangka yang tampak berlumuran darah. Hak atas foto AFP
Image caption Polisi menerbitkan foto tersangka yang tampak berlumuran darah.

Menyusul suatu perburuan besar-besaran, Polisi Turki menangkap tersangka utama dalam serangan malam tahun baru di sebuah klub malam eksklusif di Istanbul.

Abdulkadir Masharipov diyakini sebagai pelaku serangan di klub Reina yang mengakibatkan 39 orang tewas.

Warga Uzbekistan itu dilaporkan telah tertangkap di distrik Esenyurt, Istanbul.

Dalam serangan malam tahun baru itu sejumlah warga asing, termasuk warga Israel, Perancis, Tunisia, Lebanon, India, Belgia, Jordania dan Arab Saudi tewas, dan puluhan orang terluka.

Kelompok yang menyebut diri Negara Islam (ISIS) mengatakan, mereka berada di balik serangan itu, dan mengatakan tindakan itu adalah pembalasan atas keterlibatan militer Turki di Suriah.

Seoang pria bersenjata tiba di klub dengan taksi hari Minggu itu, lalu bergegas masuk melalui pintu masuk sambil menyandang senapan laras panjang yang diambilnya dari bagasi mobil.

Dia lalu memberondongkan tembakan secara acak pada orang-orang yang merayakan tahun baru.

Polisi dilaporkan menemukan tersangka bersama dengan anaknya yang berusia empat tahun di rumah seorang temannya warga Kirgiztan di Istanbul.

Media Turki mengatakan bahwa temannya itu juga ditahan, bersama tiga orang perempuan.

Menurut surat kabar Hurriyet, ia akan menjalani pemeriksaan medis sebelum dibawa untuk diinterogasi di markas besar polisi.


Siapakah Abdulkadir Masharipov?

Hak atas foto AP
Image caption Tersangka Abdulkadir Masharipov adalah seorang warga Uzbekistan.
  • Berasal dari Republik Uzbekistan, ia dilaporkan tiba di Konya, Turkey tengah, bersama keluarganya pada awal tahun 2016
  • Disebutkan ia juga menggunakan nama Ebu Muhammed Horasani
  • Digambarkan oleh media Turki sebagai anggota kelomok militan ISIS

Sumber: Media Turki


Media Turki melaporkan bahwa tersangka menyewa sebuah flat di pusat kota Konya bersama seorang wanita diyakini istrinya serta dua anak. Ia tiba di Istanbul pada tanggal 15 Desember, menurut sumber-sumber Hurriyet.

Laporan menambahkan bahwa polisi juga melakukan penggerebekan terhadap terduga militan ISIS lainnya.

Turki terlibat dalam pertempuran melawan ISIS di Suriah utara sekaligus juga berusaha memukul mundur etnis Kurdi di wilayah itu.

Reina yang menjadi lokasi serangan, adalah salah satu klub paling terkenal di Istanbul. Dari klub itu pengunjung bisa memandang selat Bosphorus ke arah benua Asia.

Klub itu kerap dikunjungi para figur terkenal: penyanyi, aktor dan bintang olahraga, juga para wisatawan asing.


Serangan-serangan terkait ISIS di Turki

20 Agustus 2016: Serangan bom terhadap sebuah pesta perkawinan di Gaziantep menewaskan setidaknya 30 orang -ISIS mengklaim serangan.

28 Juni 2016: Serangan bom dan berondongan senjatadi bandara Ataturk Istanbul menewaskan 41 orang -militan ISIS dituding sebagai pelakunya.

19 Maret 2016: Serangan bom bunuh diri di sebuah jalanan ramai dengan pertokoan di Istanbul, menewaskan empat orang. ISIS dituding sebagai pelakunya.

12 Januari 2016: Serangan di sebuah kawasan wisata di Istanbul, menewaskan 12 warga Jerman.

10 Oktober 2015: Lebih dari 100 orang terbunuh dalam serangan terhadap sebuah unjuk rasa damai di luar stasiun kereta di Ankara; ISIS dituding sebagai pelakunya.

20 Juli 2015: Serangan bom di Duruc, dekat perbatasan Suriah, menewaskan 34 orang; ISIS dituding sebagai pelakunya.


Topik terkait

Berita terkait