Isteri penyerang klub gay Orlando 'tahu rencana serangan'

Noor Salman (L) dan Omar Mateen (R) Hak atas foto Facebook
Image caption Noor Salman (kiri) awalnya mengaku tak tahu rancana serangan yang dilancarkan suaminya, Omar Mateen (kanan)

Janda dari lelaki yang membunuh 49 orang di sebuah klub malam gay Florida, Amerika Serikat, mengetahui rencana suaminya sebelum serangan itu dilancarkan, ungkap pengadilan di California.

Menurut surat dakwaan yang dipapar pada Selasa (17/1), Noor Salman "secara sadar membantu dan bersekongkol" dengan upaya suaminya untuk melakukan tindakan mendukung kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS).

Dia juga dituduh menyesatkan penyidik ​​polisi dan agen FBI pada serangan 12 Juni 2016 itu.

Keluarganya mengatakan dia sendiri merupakan korban juga dan menyatakan tidak bersalah atas segala tuduhan.

Noor Salman didakwa memberikan dukungan material untuk organisasi teroris asing dan menghalangi upaya keadilan.

"Dia tahu (suaminya) akan melakukan serangan itu," kata jaksa federal Roger Handberg kepada hakim.

Hak atas foto Reuters
Image caption Noor Salman mengatakan kepada para penyelidik bahwa suaminya mengalami radikalisasi pada beberapa bulan menjelang serangan.

Al Salman, paman dari perempuan berusia 30 tahun itu mengatakan bahwa keponakannya itu 'seorang yang sederhana dan polos' dan diperdaya secara fisik dan mental oleh suaminya, Omar Mateen.

Ia menegaskan bahwa Noor Salman tidak tahu menahu tentang rencana suaminya untuk menyerang Pulse, klub malam di kota Orlando.

Mateen tewas dalam baku tembak dengan polisi setelah membunuh 49 orang dan melukai 53 lainnya dalam penembakan massal terburuk dalam sejarah Amerika modern.

Selama serangan itu, Mateen menelepon polisi untuk menyatakan dukungannya bagi kelompok ISIS.

 

Hak atas foto EPA
Image caption Al Salman membela keponakannya, Noor Salman yang merupakan janda dari pelaku serangan yang menewaskan 49 orang dan melukai pulihan lain.

Pengacara Noor Salman mengatakan di pengadilan bahwa kliennya tidak mengetahui rencana serangan sehingga dia harus dibebaskan dari sidang pengadilan.

Noor Salman ditangkap pada Minggu (15/1) di sekitar San Francisco--dia pindah ke sana dari Florida setelah serangan tersebut.

Saat ia dibawa kembali ke penjara, dia tampak menatap sedih kepada pamannya, menurut wartawan di dalam ruang sidang.

Pada Rabu (18/1) ini sidang selanjutnya digelar untuk membahas kemungkinan memindahkan dia ke Florida untuk menghadapi kemungkinan dakwaan lain di sana.

Topik terkait

Berita terkait