Trump dituntut pencemaran nama baik oleh mantan peserta Apprentice

Summer Zervos (kiri), dengan pengacaranya Gloria Allred, mengatakan bahwa dia membuka tuntutan untuk "memperbaiki reputasi saya". Hak atas foto EPA
Image caption Summer Zervos meminta Trump untuk menarik kata-katanya.

Mantan kontestan dalam acara televisi The Apprentice yang sebelumnya menuduh presiden terpilih AS Donald Trump akan pelecehan seksual sudah mengajukan tuntutan pencemaran nama baik terhadap Trump.

Summer Zervos, yang menuduh Trump melecehkannya pada 2007, mengatakan bahwa Trump berbohong pada warga Amerika Serikat akan perilakunya.

Gugatan yang diumumkan oleh Zervos lewat sebuah konferensi pers menuduh Trump sebagai 'pembohong dan misoginis yang merendahkan dan menghinanya.'

Langkah ini terjadi hanya tiga hari sebelum Trump diangkat sumpahnya sebagai presiden.

"Karena Trump tidak menarik pernyataan seperti saya minta, maka dia tidak memberi saya pilihan selain untuk menuntutnya untuk memperbaiki reputasi saya," kata Zervos pada wartawan di Los Angeles.

Zervos didampingi oleh pengacaranya, Gloria Allred, aktivis Partai Demokrat, yang mengatakan bahwa tuduhan dari penuntut tersebut sudah melalui uji deteksi kebohongan.

Zervos adalah satu dari beberapa perempuan yang tampil dan menuduh Trump melakukan kekerasan seksual terhadap mereka beberapa pekan sebelum pemilihan presiden.

Mantan kontestan acara televisi reality show berusia 41 tahun tersebut mengatakan bahwa Trump melakukan penyerangan seksual saat bertemu dengannya untuk membicarakan kesempatan kerja di hotel di Beverly Hills.

Zervos mengatakan bahwa Trump "mulai mendorong-dorongkan alat kelaminnya" saat dia berusaha menolak rayuan Trump.

Presiden terpilih AS itu sudah membantah klaim tersebut, dan menyatakan bahwa itu 'tuduhan palsu dan konyol' dan berjanji untuk menuntut si penuduh.

Trump belum mengajukan tuntutan terhadap satupun perempuan yang menuduhnya.

Tuntutan Zervos menyebut bahwa presiden terpilih AS itu sudah menghinanya dengan membantah kisahnya dan menuduhnya serta perempuan lain memalsukan klaim penyerangan seksual tersebut.

Dia meminta Trump untuk menarik pernyataannya tersebut tahun lalu, tapi Trump menolak.

Allred mengatakan bahwa Trump "dengan sadar, berniat dan dengan jahat mengorbankan para perempuan ini," dan berulang kali menyebut mereka "pembohong" di muka umum, dan menimbulkan tekanan.

Zervos menambahkan bahwa dia akan menarik tuntutan tersebut jika presiden terpilih AS menarik pernyataan yang dibuatnya terkait sikapnya terhadap Zervos.