Apakah Ivanka Trump 'first lady sejati' di Gedung Putih?

Ivanka Hak atas foto Getty Images
Image caption Donald Trump membisikkan sesuatu ke putrinya, Ivanka, dalam keterangan pers di New York pada 16 Januari 2017.

Jika tidak ada perubahan penting di 'lingkaran dalam' Presiden Donald Trump, bisa jadi putri tertuanya, Ivanka, akan menjadi 'first lady' atau ibu negara Amerika Serikat yang sebenarnya.

Posisi ibu negara Amerika mestinya akan diperankan oleh Melania, istri ketiga Trump yang lahir di Slovenia, yang sebelumnya dikenal sebagai model fashion. Namun, hampir semua analis politik sepakat bahwa 'peran Melania dari mulai kampanye hingga ke tim transisi sangat minimal bahkan sepertinya tak terlihat'.

Saat kampanye, Melania hanya dua kali menyampaikan pidato penting, termasuk pidato 'memalukan' karena dianggap meniru naskah pidato Michelle Obama di konvensi Partai Demokrat pada 2008.

Melania sudah mengatakan tidak akan langsung pindah ke Gedung Putih pada beberapa bulan pertama dan memilih tetap tinggal di Trump Tower, New York, bersama putranya, Baron.

Isyarat-isyarat ini meneguhkan spekulasi bahwa Ivanka besar kemungkinan akan memerankan fungsi ibu negara di Gedung Putih.

Tak hanya sekedar ibu negara, tapi banyak analis politik yang meyakini Ivanka akan menjadi ibu negara yang paling berpengaruh dalam sejarah modern Amerika.

Peran penting Ivanka terlihat sejak Trump mengumumkan niat menjadi presiden dan terlibat penuh di kegiatan kampanye sang ayah.

Tak hanya hadir di berbagai tempat, Ivanka juga aktif di tim kampanye yang kemudian berlanjut hingga ke tim transisi, yang menyiapkan peralihan kekuasaan dari Presiden Obama ke Trump.

Dialah yang mengatur pertemuan antara tim transisi Trump dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Presiden Argentina Mauricio Macri, politikus Demokrat dan mantan Wakil Presiden Al Gore, dan bintang Hollywood yang juga pegiat lingkungan, Leonardo DiCaprio.

Dari sini terlihat Ivanka punya kemampuan memanfaatkan jaringan sekaligus memerankan diri sebagai diplomat.

Anak dan penasehat penting

Dari sedikit perempuan di tim Trump, Ivanka sangat menonjol.

"Ia akan memerankan fungsi (ibu negara yang mestinya dijalankan) ibu tirinya," kata David Patrick Columbia, editor dan pendiri NewYorkSocialDiary.com kepada harian Amerika, USA Today.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Peran Ivanka (kedua dari kiri) sangat menonjol di tim kampanye dan tim transisi Trump, berkebalikan dengan Melania (pertama dari kiri), yang dikatakan nyaris tak terlihat.

Perempuan berusia 35 tahun dan ibu tiga anak ini mengenyam pendidikan tinggi, sangat bisa menulis, pebisnis ulung, bintang televisi, sangat paham dengan media sosial, cantik, dan muda.

Siapa yang tak tertarik dan terpesona dengan Ivanka, tulis wartawan USA Today, Maria Puente.

"Kita memberi banyak perhatian ke Ivanka karena ia cantik, artikulatif, tenang, sangat menonjol di tim administrasi Trump selain (manajer kampanye) Kellyane Conway," kata Kate Andersen Brower, penulis buku First Women: The Grace and Power of America's Modern First Ladies, kepada USA Today.

"Trump selalu mengangkat telepon jika yang menelepon adalah Ivanka. Ia adalah penasehat utama Trump, Trump sangat menghargai pendapat-pendapat Ivanka...," tambah Brower.

Ketika Trump diguncang tuduhan melakukan tindakan seksual yang tidak pantas, Ivanka dan adiknya, Tiffany, setia mendampingi Trump. Ivanka bisa jadi tak setuju dan menyayangkan tindakan Trump, tapi ia tetap loyal.

"Ivanka sangat pintar, figur perempuan Amerika masa kini, canggih, dan percaya diri. Ia seperti ayahnya minus hal-hal bombastis yang melekat pada diri Trump," kata Columbia yang beberapa kali bertemu langsung dengan Ivanka.

Pernah terjadi sebelumnya

Hak atas foto Getty Images
Image caption Ivanka adalah penasehat Trump sekaligus membantu mengantur pertemuan dengan politikus dan kepala negara asing ketika Trump menyiapkan diri menggantikan Barack Obama.

Apa yang dilakukan Ivanka tidak unik karena pernah juga ada anak presiden yang memerankan fungsi penting seperti yang dilakukan Julie Nixon Eishenhower, yang membela sang ayah, Rchard Nixon selama kasus Watergate, kata Carl Sverarazza Anthony, sejarawan yang banyak menulis tentang keluarga presiden Amerika.

Sejauh ini Ivanka tidak berencana untuk menduduki jabatan resmi di Gedung Putih.

Namun suaminya, Jared Kushner, yang juga dikenal sebagai miliuner, sudah ditunjuk menjadi penasehat senior meski penunjukannya dipertanyakan sejumlah kalangan yang menilai pengangkatan ini adalah salah satu bentuk nepotisme.

Tapi kalau pun tak ada posisi resmi di Gedung Putih, Ivanka sudah mengisyaratkan bahwa peran yang mungkin ia jalankan di pemerintahan sang ayah 'bukan peran pinggiran'.

Bersama suami dan tiga anaknya yang masih kecil, Ivanka sudah menemukan rumah di kawasan elite di Washington DC.

Di Facebook ia juga sudah mengatakan akan mengurangi kegiatan di The Trump Organization, lembaga yang menjalankan dan mengurusi kerajaan bisnis Trump dan dari perusahaan pakaian dan aksesori yang ia dirikan.

Berbagai kualitas pribadi seperti ini dan ditambah dengan jaringan yang luas, mulai dari politikus, pengusaha dari berbagai bidang (termasuk hiburan), selebritas, hingga politikus dari aneka spektrum, membuat Ivanka sepertinya menjadi first lady ideal.

Setidaknya first daughter ideal seandainya Melania berubah pikiran dan mengikuti jejak Michelle Obama.

Berita terkait