Mantan wartawan perang Inggris jalani sidang di Bali

David Fox Hak atas foto Getty Images
Image caption Mantan wartawan perang Inggris, David Fox berada dalam tahanan.

Mantan wartawan perang asal Inggris dan seorang pria dari Australia akan menjalani sidang di Indonesia atas tuduhan kepemilikan ganja.

David Fox, mantan wartawan kantor berita Reuters, dan Giuseppe Serafino, seorang pemilik bar, ditangkap di Bali pada 8 Oktober 2016 lalu.

Kedua pria ini bisa dijerat kurungan penjara hingga 12 tahun jika terbukti bersalah atas kepemilikan, penggunaan dan membawa narkoba ke Indonesia atau empat tahun jika terbukti hanya mengunakannya saja.

Indonesia merupakan salah satu negara yang dikenal menerapkan undang-undang narkoba terkeras di dunia.

Polisi mengatakan mereka menyita ganja seberat 10,09 gram dan pakaian dari kediaman Fox dalam sebuah operasi penangkapan.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Giuseppe Serafino, pria asal Australia menjalani sidang di Pengadilan Negeri Denpasar.

"Kami akan meyakinkan para hakim dengan saksi-saksi yang menyatakan bahwa ia adalah seorang pecandu narkoba," kata pengacara Fox, Haposan Sihombing, kepada media Australian Associated Press di luar gedung Pengadilan Negeri Denpasar, pada Kamis (19/1).

"Ia banyak melihat peristiwa mengerikan, sehingga setiap malam, ia tidak bisa tidur dan mulai menggunakan obat-obatan itu untuk menenangkan diri."

Fox, 55 tahun, yang bekerja untuk kantor berita Reuters selama 20 tahun, sudah banyak meliput di negara-negara yang dilanda perang seperti Irak, Afghanistan dan Rwanda.

Pengadilan juga akan menyidangkan pria lainnya, Serafino, 48 tahun yang sudah tinggal di Bali sejak tahun 2011, yang mulai menggunakan ganja sebagai pengobatan alternatif.

"Ia mengonsumsinya untuk menghilangkan rasa nyeri di punggung yang disebabkan oleh kista di ginjal dan meningkatkan nafsu makan," demikian pernyataan sebuah dokumen yang dibacakan dalam sidang pengadilan, menurut harian Sydney Morning Herald.

Polisi mengklaim bahwa Serafino memiliki 7,32 gram ganja dan sidang kedua pria tersebut akan dilakukan secara terpisah.

Topik terkait