Austria 'gagalkan rencana serangan teror' di Wina

Tourists and citizens take part in New Year eve celebrations in Vienna, on December 31, 2016 Hak atas foto Getty Images
Image caption Tersangka telah diawasi sejak beberapa hari terakhir sebelum akhirnya ditangkap.

Menteri Dalam Negeri Austria mengatakan, aparat mereka menangkap seorang pria di yang diyakini merancang sebuah serangan teror di ibu kota negeri itu, Wina.

Wolfgang Sobotka mengatakan tersangka berusia 18 tahun itu adalah seorang warga negara Austria dari latar belakang migran dan ada 'indikasi' motif jihad dalam gerakannya.

Polisi memperingatkan masyarakat untuk waspada dan melaporkan jika menemukan benda mencurigakan.

Penangkapan berlangsung Jumat (20/1) sekitar pukul 17:00 GMT (Sabtu, 00:00 WIB) menyusul penggrebekan oleh pasukan khusus terhadap sebuah apartemen.

Menteri Dalam Negeri Wolfgang Sobotka mengatakan pria itu telah diawasi sejak beberapa hari.

"Para petugas polisi kami berhasil menangkap tersangka dalam waktu cepat dan mencegah potensi serangan teror di Wina," katanya kepada wartawan.

"Petunjuk paling menentukan datang dari sebuah badan intelijen asing."

Peningkatan kewaspadaan

Sobotka mengatakan mereka menyelidiki kemungkinan keterkaitan tersangka dengan ekstremis Islam yang menyebut diri sebagai Negara Islam atau ISIS.

"Ada indikasi (ekstrimisme) individu yang kita harus diselidiki. Ada satu kontak yang cukup jelas dan ada beberapa petunjuk yang akan kami selidiki secara intensif," katanya.

Sobotka menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut.

Sebuah laporan surat kabar Austria, Krone, mengatakan kelompok militan Islam dari latar belakang Albania telah merencanakan serangan di Wina bulan ini. Namun mereka tidak menentukan sumbernya.

Terkait penangkapan, polisi meningkatkan waspada keamanan di Wina, sebagaimana diungkapkan juru bicara polisi kepada kantor berita AFP.

Tahun lalu, Austria mendakwa dua orang terkait serangan Paris 2015 yang menewaskan 130 orang. Kedua pria, yang telah ditangkap di sebuah penampungan pengungsi di Salzburg, kemudian diekstradisi ke Prancis.

Pada tahun 2014, seorang anak 14 tahun dihukum berdasarkan pidana terorisme, termasuk rencana untuk membom sebuah stasiun kereta api di Wina.

Topik terkait

Berita terkait