PM Belanda meminta orang yang tidak suka tinggal di sana agar pergi

Belanda, Mark Rutte Hak atas foto Reuters
Image caption PM Mark Rutte (tengah) juga mengungkapkan dia mengerti seruan agar orang-orang yang tidak berintegrasi meninggalkan Belanda.

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, meminta orang-orang yang tidak suka tinggal di negaranya untuk pergi dari negara itu.

Dalam wawancara dengan surat kabar nasional Algemeen Dagblad, dia mengatakan aneh bahwa beberapa orang menolak untuk bersalaman dengan perempuan.

PM Rutte menambahkan para pendatang baru yang menyalahgunakan kebebasan dengan berupaya memaksakan norma-norma budanya sendiri sebagai hal yang 'menjengkelkan'.

"Jika Anda hidup di dalam satu negara dengan cara bahwa berhubungan dengan orang lain adalah mengganggu Anda, maka Anda mempunyai pilihan. Anda tidak harus berada di sini," tegasnya.

Komentar ini disampaikan menjelang pemilihan umum pada bulan Maret.

Jajak pendapat sejauh ini memperlihakan Partai Kebebasan pimpinan Geert Wilders yang anti-Islam dan antiimigran unggul dalam jajak pendapat, seperti dilaporkan wartawan BBC Anna Holligan dari Den Haag.

Isu imigran di pemilu

Hak atas foto Reuters
Image caption Partai Geert Wilders, yang anti-Islam dan antiimigrasi, dalam posisi unggul menjelang pemilu Maret, berdasarkan jajak pendapat.

Awal Desember, pengadilan menyatakan Wilders bersalah menghina satu kelompok dan memicu diskriminasi namun tidak sampai dihukum karena hakim berpendapat vonis bersalah sudah cukup untuk menghukum seorang anggota parlemen yang dipilih secara demokratis.

Tahun 2011, politikus kontroversial itu dinyatakan tidak bersalah dalam dakwaan pidato kebencian karena mengkritik Islam setelah membandingkannya dengan Nazi dan menyerukan larangan atas Alquran.

Masalah imigrasi tampaknya menjadi salah satu isu yang akan mengemuka dalam pemilihan umum yang digelar pada 15 Maret 2017 mendatang untuk memilih 150 anggota parlemen.

Perdana Menteri Mark Rutte -pemimpin Partai untuk Kebebasan dan Demokrasi yang beraliran politik kanan tengah- juga mengungkapkan dia memahami seruan agar orang-orang yang tidak berintegrasi meninggalkan Belanda.

"Saya memiliki perasaan yang sama juga. Berperilaku normal atau pergi," tuturnya dalam wawancara dengan Algemeen Dagblad tersebut.

Topik terkait

Berita terkait