Perolok anak bungsu Donald Trump, penulis program televisi diskors

Keluarga Donald Trump Hak atas foto Getty Images
Image caption Barron Trump, 10 tahun (kiri) adalah putra bungsu Donald Trump yang baru berusia 10 tahun.

Seorang penulis dalam program televisi Saturday Night Live diskors setelah mencuitkan pesan di twitter yang memperolok Barron, anak bungsu Presiden AS Donald Trump, lapor berbagai media AS.

Mereka mengutip sumber yang dekat dengan program acara SNL ini, yang mengatakan bahwa Katie Rich diskors sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Jaringan televisi NBC yang menyiarkan program tersebut belum memberikan komentar tentang hal ini.

Pada hari Jumat (20/1) Rich menulis di akun twitternya "Barron akan menjadi penembak home-school pertama di negeri ini," mengacu sejumlah penembakan di sekolah, dan sikap Trump yang menentang pengetatan aturan senjata api.

Ini langsung menuai gelombang kritikan di media sosial dan Katie Rich pun menghapus cuitan itu serta menon-aktifkan akun Twitternya.

Namun, pada hari Senin (23/1), ia kembali online untuk meminta maaf.

Hak atas foto TWITTER
Image caption Katy Rich menyatakan permintaan maaf dalam akun pribadinya.

Sebuah tulisan yang diunggah ke Facebook sebagai reaksi atas twitter Rich sebelumnya sudah dibagikan sebanyak tiga juta kali.

Tulisan itu bernunyi: "Tak ada satupun anak yang pantas dihina seperti itu. Ia adalah seorang anak, ia harus dihormati dan ia tidak boleh diperlakukan seperti itu".

Chelsea Clinton, anak pertama mantan Presiden AS Bill Clinton pun turut membela dan memberikan dukungan pada Barron.

Hak atas foto TWITTER
Image caption Chelsea Clinton membela Barron Trump, ia mengatakan Barron layak mendapat kesempatan yang dimiliki setiap anak. Membela Barron setiap anak berarti juga menentang sikap POTUS (Presiden AS, Donald Trump) yang merugikan anak-anak.

Dalam beberapa bulan terakhir, Saturday Night Live (SNL) ini memang sudah banyak memproduksi sejumlah acara yang memparodikan Presiden Trump.

Trump, yang mulai menjabat presiden pada 20 Januari itu, menggambarkan program tersebut sebagai acara yang 'tidak lucu' dengan para pemain yang 'buruk.'

Topik terkait