Cina tegaskan klaim wilayah Laut Cina Selatan yang masih jadi sengketa

Laut Cina Selatan, Cina Hak atas foto Reuters
Image caption Cina mengerahkan kapal induk Liaoning dalam latihan militer di Laut Cina Selatan, pertengahan Desember 2016.

Cina menegaskan tidak akan mundur dari klaim atas wilayah di Laut Cina Selatan yang masih menjadi sengketa beberapa negara.

Penegasan itu disampaikan setelah pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan melindungi kawasan internasional di kawasan tersebut.

Hari Senin (23/01), juru bicara Gedung Putih Sean Spicer mengatakan Amerika serikat akan 'memastikan perlindungan atas kepentingannya di sana'.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying, mengatakan negaranya memiliki hak kedaulatan yang tidak dibantah atas pulau-pulau dan di Laut Cina Selatan dan perairan di sekitarnya.

"Posisi Cina atas masalah Laut Cina Selatan adalah jelas dan konsisten. Tindakan kami di Laut Cina Selatan adalah masuk akal dan adil," jelasnya.

Dia menambahkan bahwa posisi mereka itu tidak terpengaruhi oleh negara lain.

"Terlepas dari perubahan yang terjadi di negara-negara lain, yang mereka katakan atau yang mereka ingin lakukan, keputusan Cina untuk melindungi kedaulatan dan hak di Laut Cina Selatan tidak akan berubah."

Hak atas foto Reuters
Image caption Foto satelit memperlihatkan Cina membangun pulau buatan, landasan pacu, dan sistem artileri pertahanan udara (dalam kotak).

_______________________________________________________________________

Sengketa lama

Sejumlah negara bersengketa atas hak kepemilikan wilayah di Laut Cina Selatan selama beberapa abad, namun ketegangan meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Cina, Vietnam, Filipina, Taiwan, Malaysia, dan Brunei mengklaim kepemilikan di kawasan tersebut.

Namun Cina melangkah lebih maju dengan membangun pulau-pulau buatan serta menggelar patroli laut.

Hak atas foto Reuters
Image caption Cina bukan hanya menyatakan klaim kepemilikan, tapi juga melakukan pembangunan di Laut Cina Selatan.

Amerika Serikat mengatakan tidak berpihak dalam sengketa teritorial tersebut namun mengerahkan kapal dan pesawat militer ke dekat kawasan itu dengan berpegangan pada yang mereka sebut 'kebebasan navigasi' untuk menjamin akses kepada jalur perkapalan dan penerbangan.

Pemerintah Cina menuduh pihak lain melakukan 'militerisasi di Laut Cina Selatan'.

Ada kekhawatiran bahwa kawasan sengketa itu bisa menjadi titik yang bisa memicu konflik yang jelas akan berdampat serius secara global.

________________________________________________________________________

Sebelumnya, Rex Tillerson -dalam dengar pendapat di Kongres tentang penunjukkannya sebagai menteri luar negeri- mengatakan Washington sebaiknya melarang Cina memasuki pulau-pulau buatan yang dibangun Cina di Laut Cina Selatan.

Hak atas foto AFP/HOANG DINH NAM
Image caption Aksi unjuk rasa di Hanoi, Vietnam, menentang klaim Cina atas Laut Cina Selatan saat peringatan 47 tahun perang antara Cina dan Vietnam Selatan di Kepulauan Paracels, 19 Januari 2016.

Pemerintah Beijing menyatakan kepemilikan atas hampir semua pulau di Laut Cina Selatan walau beberapa juga diklaim oleh negara-negara Asia lainnya, termasuk Vietnam, Malaysia, maupun Filipina.

Selain membangun pulau buatan dan landasan pacu, Cina juga melaukan patroli laut secara teratur di sana.

Bulan Juli 2016, Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda, menolak kepemilikan Cina atas kawasan sengketa itu -yang digugat oleh Fiipina- namun Beijing menepis keputusan tersebut.

Topik terkait

Berita terkait