Ditegur para politikus Republik, Trump tetap yakin soal kecurangan Pilpres

US voters cast their ballots in the November election. Hak atas foto Getty Images
Image caption Sehari setelah pertemuan tertutup dengan para pemimpin Kongres, Partai Republik menegur Trump dan mendesaknya untuk tak lagi membicarakan tudingan kecurangan itu.

Ditegur para politikus Partai Republik sendiri, Gedung Putih berkilah bahwa tudingan Donald Trump bahwa jutaan orang mencoblos secara ilegal saat pemilihan presiden yang dimenangkannya, didasarkan pada 'studi dan bukti'.

Sekretaris Pers Gedung Putih Sean Spicer mengatakan bahwa Trump 'percaya bahwa,' namun tak menyampaikan bukti pendukungnya ketika wartawan memintanya.

Trump berulang kali menyampaikan tudingan itu untuk menjelaskan mengapa ia kalah dalam pengumpulan suara populer dari Hillary Clinton.

"Dia (Trump) tetap yakin berdasarkan studi dan bukti yang disampaikan kepadanya," kata Spicer wartawan, Selasa (24/1).

Pernyataan Spicer disampaikan setelah presiden mengatakan kepada para pemimpin kongres dalam pertemuan tertutup pada Senin malam, bahwa tiga juta hingga lima juta imigran gelap telah secara ilegal mencoblos dalam pemilu.

Trump, yang melontarkan pernyataan itu pertama kali melalui cuitan di bulan November, tidak pernah memberikan bukti apapun.

Hak atas foto Twitter

Pengecekan fakta menunjukan tudingan itu tidak benar dan para pejabat pemilu Partai Republik di negara-negara bagian kunci menegaskan bahwa mereka tidak menemukan bukti penipuan suara.

Pada hari Selasa, Asosiasi Nasional Sekretaris Negara Bagian mengatakan mereka memiliki keyakinan tentang "integritas sistemik dari proses pemilihan umum kita" dan tidak mengetahui adanya bukti yang terkait dengan tudingan Trump.

Kandidat Demokrat, Hillary Clinton, mendapat suara hampir tiga juta orang lebih dibanding Trump, yang memenangkan kursi kepresidenan dengan keunggulan di swing states, atau negara-negara bagian yang secara tradisional suaranya tak terikat pasti pada salah satu partai.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Trump berulang kali menyampaikan tudingan itu untuk menjelaskan mengapa ia kalah dalam pengumpulan suara populer dari Hillary Clinton.

Sehari setelah pertemuan tertutup dengan para pemimpin Kongres, Partai Republik menegur Trump dan mendesaknya untuk tak lagi membicarakan tudingan kecurangan itu.

Senator Lindsey Graham menyebut, pernyataan Trump itu 'tidak pantas,' dan menambahkan bahwa Trump harus 'membuang pikiran' tentang hal itu.

Ia melanjutkan bahwa presiden "tampaknya terobsesi dengan keyakinan bahwa ia tidak mungkin kalah dalam dukungan suara populer tanpa kecurangan dan penipuan."

Ketua DPR Paul Ryan juga mengatakan tidak ada bukti untuk mendukung klaim Trump.

Politikus Partai Republik yang mewakili Pennsylvania, Charlie Dent juga mengatakan Trump perlu melangkah nyata dan "mulai melakukan pekerjaan serius tentang pemerintahan."

Berita terkait