Austria tangkap 11 pria dan tiga perempuan terduga anggota ISIS

Austria, polisi, Hak atas foto AFP/ELMAR GUBISCH
Image caption Operasi melibatkan 800 aparat di ibu kota Wina dan Graz, Austria selatan.

Pihak berwenang Austria menangkap 11 pria dan tiga perempuan yang diduga bergabung dengan kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Penangkapan dilakukan di ibu kota Wina dan di Graz, kota di sebelah selatan, dalam operasi yang melibatkan 800 aparat keamanan.

Tiga tersangka merupakan warga negara Austria dengan latar belakang pendatang, serta seorang warga Suriah, dan selebihnya dari kawasan Balkan. Mereka berusia antara 21 hingg 49 tahun.

Laporan-laporan media setempat menyebutkan sasaran operasi adalah jaringan seorang ulama Muslim asal Bosnia, yang dihukum penjara tahun lalu dengan dakwaan merekrut para pejuang untuk ISIS.

Namun ditegaskan tidak ada ancaman teror yang nyata di balik operasi, yang juga disebut terpisah dengan penangkapan seorang remaja tersangka ekstrimis Islam berusia 17 tahun, Jumat (20/01) pekan lalu.

"Sebagai bagian dari penyelidikan yang berlangsung atas para terduga anggota organisasi teroris ISIS, sebuah operasi terkordinir yang sudah direncanakan berlangsung dengan melibatkan 800 aparat," seperti pernyataan Kejaksaan Graz.

'Jaringan' Ebu Tejma

Selain penggrebekan di apartemen, polisi juga memeriksa beberapa masjid 'yang tidak resmi' yang sebagian besar terletak di Graz.

Hak atas foto AFP/ERWIN SCHERIAU
Image caption Sasaran operasi adalah pada jaringan ulama Ebu Tejma asal Bosnia, yang sudah dihukum tahun lalu.

Koran Kronen Zeitung melaporkan operasi dipusatkan pada jaringan ulama Ebu Tejma, yang sudah diganjar hukuman 20 tahun penjara.

Dia didakwa dengan 'mencuci otak' belasan orang berusia 14 hingga 30 tahun dan menyiapkan mereka untuk berperang bersama ISIS di Suriah.

Jaksa mengatakan Tejma lari dari Bosnia ke Wina setelah bubarnya Yugoslavia dan menjadi salah satu 'tokoh kunci' dalam propaganda ISIS.

Kementrian Dalam Negeri Austria memperkirakan sekitar 300 orang dari Austria berangkat ke Suriah namun sebagian bisa dicegah. Dari yang berhasil masuk ke Suriah, sekitar 40 tewas dan 90 lainnya pulang kembali ke Wina.

Pekan lalu seorang remaja berusia 17 tahun berdarah Albania ditangkap di Wina karena karena dituduh merencanakan serangan bom. Sehari kemudian, seorang yang diduga rekannya ditangkap di Neuss, Jerman.

Topik terkait

Berita terkait