Tiba di AS, PM May akan bertemu dengan Presiden Trump

Inggris, Theresa May Hak atas foto PA, Stefan Rousseau
Image caption Theresa May mengatakan Inggris dan Amerika Serikat harus 'berdiri untuk kepentingan kita'.

Perdana Menteri Inggris, Theresa May, sudah tiba di Amerika Serikat untuk bertemu dengan Presiden Donald Trump, yang akan berlangsung Jumat (27/01) waktu setempat.

Berpidato di depan sejumlah anggota Partai Republik sebagai awal lawatan, dia mengatakan Inggris dan Amerika Serikat harus 'berdiri untuk kepentingan kita' namun tidak bisa kembali pada kebijakan intervensionis yang 'gagal'

"Hari-hari Inggris dan Amerika campur tangan dalam negara-negara berdaulat sebagai upaya untuk membentuk kembali dunia dalam citra kita, sudah berlalu," katanya di Philadelphia.

Dia menambahkan saatnya bagi kedua negara Serikat untuk memperbaharui hubungan khusus dan berkomitmen kembali pada tanggung jawab dalam memimpin bersama di dunia modern.

PM May akan menjadi pemimpin asing pertama yang bertemu dengan Presiden Trump.

Hak atas foto Getty/Christopher Furlong
Image caption PM May mengawali lawatan ke Amerika Serikat dengan berpidato di hadapan sejumlah anggota Partai Republik.

Theresa May sempat bercanda ketika ada pertanyaan wartawan tentang bagaimana dia dan Donald Trump bisa bekerja sama, mengingat Trump adalah miliuner dan selebriti TV sementara dia menggambarkan dirinya sendiri sebagai putri seorang pendeta dan pekerja keras.

Pertanyaan yang diajukan dalam penerbangan itu -seperti dilaporkan redaktur politik BBC, Laura Kuenssberg- dijawab May dengan 'kadang yang bertentangan saling menarik'.

Pertemuan pemimpin Inggris dan Amerika Serikat ini tampaknya tidak bisa lepas dari perbedaan, khususnya tentang penggunaan penyiksaan dalam mendapatkan informasi, yang menurut Trump bisa diterima.

Namun PM May sudah memberi isyarat bahwa Inggris mungkin mundur dari kerja sama berbagi informas intelijen dengan Amerika Serikat, jika metode penyiksaan diterapkan kembali.

Hak atas foto Getty/Chip Somodevilla
Image caption Presiden Trump yakin bahwa 'metode penyiksaan' berguna namun Inggris menentang keras metode itu.

"Arahan kami amat jelas tentang posisi itu... dan posisi itu tidak berubah," tegasnya.

Presiden Donald Trump mengungkapkan keyakinan bahwa waterboarding -atau menyiksa dengan menggunakan air dalam volume besar- adalah berguna, dengan mengatakan 'kita harus melawan api dengan api'.

Menurutnya, kelompok-kelompok radikal memenggal orang di Timur Tengah membuat 'kita tidak bermain dalam lapangan yang seimbang."

Berita terkait