Trump dan Putin membahas ISIS melalui percakapan telepon

Trump Hak atas foto Getty Images
Image caption Trump - didampingi oleh wakil presidennya dan pejabat senior ketika berbicara dengan Presiden Putin di Ruang Oval.

Donald Trump berbicara dengan sejumlah pemimpin dunia melalui telepon- termasuk dengan Vladimir Putin.

Kremlin mengatakan kedua pihak sepakat untuk memerangi "terorisme internasional"- termasuk kelompok yang menyebut dirinya Negara Islam ISIS dan "kelompok teroris lain" di Suriah - sebagai prioritas utama.

Gedung Putih mengatakan percakapan telepon itu merupakan sebuah "awal yang penting " untuk meningkatkan hubungan sebuah "yang butuh perbaikan".

Trump juga berbicara dengan pemimpin Jepang, Jerman, Prancis dan Australia.

Dalam pernyataan yang disampaikan dalam bahasa Inggris, Kremlin menyebutkan lebih detail mengenai percakapan telepon pertaman antara dua pemimpin sejak Trump menjabat sebagai presiden AS.

  • Pembicaraan itu "positif dan konstruktif", ketika mendiskusikan masalah:
  • Perang terhadap terorisme
  • Timur Tengah dan konflik Arab Israel
  • Stabilitas strategis, non-proliferasi dan program nuklir Iran.
  • Korea Utara dan Selatan
  • Situasi di Ukraina

"Dua pemimpin menegaskan bahwa upaya bersama untuk memerangi ancaman besar - terorisme internasional - merupakan prioritas utama," jelas Rusia.

"Presiden berbicara tentang membangun koordinasi yang nyata antara Rusia dan AS dengan tujuan melumpuhkan Negara Islam dan kelompok teroris lainnya di Suriah".

Hak atas foto Getty Images
Image caption Hubungan Trump dan Putin menjadi kontroversi selama kampanye pemilihan presiden AS.

Rusia juga menyebutkan percakapan telepon itu tidak menyinggung sanksi ekonomi AS terhadap Rusia, yang telah menjadi spekulasi pada beberapa hari terakhir.

Tetapi, pernyataan itu mengatakan kedua pihak "menekankan pentingnya untuk membangun kembali perdagangan yang saling menguntungkan," yang, disebutkan oleh Kremlin, dapat membantu peningkatan hubungan di wilayah lain.

Rusia mempertimbangkan seluruh pemberontak anti-Assad sebagai teroris, meskipun sebelumnya pemerintahan AS mendukung sejumlah kelompok pemberontak moderat yang melawan Presiden Bashar al-Assad.

Gedung Putih tidak menyampaikan klarifikasi tambahan dari masalah yang telah disiskusikan, tetapi memilih untuk menyampaikan pernyataan singkat:"Kedua Presiden Trump dan Putin sangat berharap bahwa setelah percakapan telepon hari ini dua pihak segera bergerak untuk mengatasi terorisme dan masalah penting lain yang jadi kekhawatiran bersama."

Keduanya juga sepakat untuk mengatur pertemuan tatap muka yang waktunya akan ditetapkan kemudian - dan tetap melakukan "kontak personal secara rutin".

Dalam percakapan telepon lauin, Trump juga mengundang Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ke Gedung Putih pada 10 Februari mendatang.

Berita terkait