Blogger Pakistan Salman Haider telah kembali ke rumah

Salman Haider Hak atas foto FACEBOOK
Image caption Salman Haider mengajar di Universitas Perempuan Fatima Jinnah di Rawalpindi

Blogger Pakistan Salman Haider telah kembali ke kediamannya, setelah hilang lebih dari 20 hari dari ibukota Islamabad.

Dia merupakan salah satu dari lima orang aktivis liberal yang hilang dalam beberapa pekan ini. Saudara laki-laki Haider mengatakan dia dalam kondisi yang baik, tetapi tidak mengungkapkan kemana blogger tersebut selama dinyatakan hilang.

Pria ini telah menyampaikan sejumlah kritik terhadap militer ataupun nafsu berperang di sosial media. Tidak ada kelompk yang mengungkapkan telah penahan mereka. Pemerintah membantah tuduhan keterlibatan agen rahasia mereka dalam kasus ini.

Ketika aktivis hilang pada awal Januari lalu, ratusan orang menggelar protes di seluruh Pakistan untuk meminta agar otoritas melacak keberadaan mereka.

Haider, yang dikenal sebagai penyair dan profesor di universitas, terakhir terlihat di Islamabad pada 6 Januari, dua hari setelah blogger Waqas Goraya dan sepupunya Asim Saeed hilang di Lahore.

Blogger lain Ahmed Raza Naseer yang menderita polio, hilang dari tokonya di Skeikhupura yang terletak di dekat Lahore.

Aktivis kelima, Samar Abbas, juga hilang dalam beberapa hari kemudian.

Keberadaan empat orang lainnya tidak diketahui, tetapi pada Sabtu (28/01) kantor berita AFP melaporkan bahwa salah seorang dari mereka telah dipastikan selamat oleh anggota keluarganya. Kerabatnya meminta kepada AFP agar tidak disebutkan namanya.

Pemerintah Pakistan menyampaikan perhatian dan mengatakan akan melakukan penyelidikan.

Hak atas foto AP
Image caption Pemrotes meminta pencarian Salman Haider dan empat orang lainnya.

Para pendukung mereka menuduh agen rahasia telah menahan mereka secara diam-diam.

Selama hilang, para aktivis dituduh melakukan penistaan di media sosial.

Penistaan merupakan tuduhan yang serius di kalangan Muslim konservatif di Pakistan, dan menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan mereka.

Pakistan merupakan salah satu negara yang berbahaya bagi wartawan dan aktivis HAM, dan pengkritik terhadap kekuasaan militer telah ditahan, dianiaya atau dibunuh. Haider juga dikenal sebagia juru kampanye menentang penghilangan di provinsi Balochistan.

Berita terkait