Donald Trump menunjuk Neil Gorsuch sebagai calon hakim MA

Donald Trump Hak atas foto Alex Wong/Getty Images
Image caption Donald Trump ketika mengumumkan pencalonan Neil Gorsuch sebagia Hakim di Mahkamah Agung.

Presiden Donald Trump telah menunjuk Neil Gorsuch sebagai calon hakim Mahkamah Agung AS.

Pria berusia 49 tahun ini saat ini merupakan hakim di sebuah pengadilan banding federal di Denver, Colorado.

Jika dipastikan sebagai hakim MA, dia akan menempati posisi yang ditinggalkan oleh mendiang hakim Antonin Scalia.

Nominasi akan dikonfirmasikan oleh Senat, di mana Demokrat telah menyampaikan ancaman untuk menghadang kandidat yang terlihat terlalu konservatif.

Trump mengatakan Hakim Gorsuch memilki "kecerdasan yang luar biasa, dengan pendidikan hukum yang tak ada tandingannya, dan memiliki komitmen untuk menerjemahkan Konstitusi sesuai dengan naskahnya".

"Hakim Gorsuch memiliki kemampuan hukum yang luar biasa, pikiran yang brilian, sangat disiplin, dan memiliki dukungan bipartisan," tambah Trump.

Pengumuman itu disampaikan di East Room di Gedung Putih pada Selasa pagi.

Ketika menerima nominasi itu, Hakim Gorsuch menyebut mendiang Hakim Scalia, yang meninggal setahun yang lalu, sebagai seorang "singa hukum".

"Kenetralan dan independen, kolegialitas dan keberanian," merupakan yang diharapkan dari para hakim, kata Hakim Gorsuch.

"Saya merasa terhormat dan rendah hati," tambah dia.

Hak atas foto Alex Wong/Getty Images
Image caption Neil Gorsuch hakim Mahkamah Agung termuda yang terpilih dalam seperempat abad terakhir.

Hakim Gorsuch terpilih dari daftar pilihan 21 orang, yang Trump sampaikan ke publik dalam kampanye, dan berpotensi mengembalikan mayoritas konservatif 5-4 dalam komposisi sembilan kursi di pengadilan tinggi.

Dia merupakan hakim Mahkamah Agung termuda yang terpilih dalam seperempat abad terakhir, dia diperkirakan tidak akan mempertanyakan keputusan kasus yang menjadi sorotan seperti aborsi dan pernikahan gay.

Apakah Demokrat dapat menghalangi?

Nominasinya diperkirakan akan menimbulkan pertikaian di Senat. Mantan Presiden Barack Obama telah mencalonkan Hakim Merrick Garland setelah kematian Hakim Scalia pada Februari lalu, tetapi Republikan menolak untuk membahas pilihan dengan alasan karena terlalu dekat dengan pemilu.

Kegagalan untuk memajukan pilihan obama itu telah membuat Demokrat sakit hati, dan mengklaim calon mereka telah "dicuri", dan banyak yang bersumpah untuk melakukan taktik yang sama untuk menghadang pilihan Trump.

Meski calon lolos dari Komite Kehakiman Senat, dia masih harus menghadapi tantangan ketika dalam pemungutan suara akhir.

Demokrat mungkin akan mencegah pemungutan suara kedua, dengan upaya menggagalkan penetapan undang-undang dengan tujuan mencegah perolehan 60 suara yang dibutuhkan Trump untuk mengajukan nominasi itu. Republikan hanya memiliki 52 kursi di senat, mereka mungkin harus mengubah aturan Senat dengan tujuan untuk menyetujui calon yang diajukan Trump.

Topik terkait

Berita terkait