Bangladesh akan relokasi pengungsi Rohingya ke pulau terpencil

Bangladesh, pengungsi, Rohiggya Hak atas foto Getty/Allison Joyce
Image caption Sebagian besar pengungsi warga Rohingya tinggal di tempat penampungan di Cox's Bazar, Bangladesh, dalam kondisi yang tidak layak.

Pemerintah Bangladesh memutuskan akan meneruskan rencana kontroversial untuk pemukiman kembali puluhan ribu pengungsi Rohingya ke sebuah pulau terpencil.

Komite yang terdiri dari para pejabat pemerintah sudah dibentuk untuk membantu proses identfikasi dan relokasi ke Pulau Thengar Char, di Teluk Bengal.

Sekitar 250.000 pengungsi umat Muslim Rohingya selama ini tinggal di Bangladesh namun dalam beberapa bulan belakangan, sekitar 65.000 lainnya tiba setelah pemerintah Myanmar, Oktober lalu, melancarkan operasi militer di negara bagian Rakhine, tempat tinggal sebagian besar umat Rohingya.

Operasi dilancarkan setelah serangan atas beberapa pos polisi perbatasan, yang menurut pemerintah Myanmar, dilakukan oleh kelompok militan Rohingya.

Hak atas foto AFP/ZAW MYO HTIKE
Image caption Myanmar melancarkan operasi militer di negara bagian Rakhine, Myanmar, menyusul serangan atas beberapa pos polisi perbatasan.

Bangladesh mengatakan tidak punya sumber daya untuk mendukung para pengungsi tersebut.

Namun para pemuka masyarakat Rohingya mengatakan upaya pemukiman kembali itu akan memperburuk kehidupan mereka karena pulau tujuan tidak bisa dijangkau jika sedang gelombang pasang.

Sebagian besar pengungsi Rohingya -yang terdaftar maupun tidak- tinggal dalam kondisi tidak layak di kawasan Cox's Bazar, dekat perbatasan dengan negara bagian Rakhine.

Bangladesh juga sudah meminta para pejabatnya di perbatasan untuk mengidentifikasi para pengungsi asal Myanmar tersebut.

"Harus dijamin dengan mengambil tindakan pencegahan bahwa mereka (para pengungsi) tidak menyebar dan bergabung dengan warga setempat," seperti tertulis dalam instruksi tertanggal 26 Januari, seperti dilaporkan kantor berita AFP.

"Para pengungsi yang terindetifikasi seharusnya ditangkap dan dikembalikan ke kamp jika mereka berupaya untuk ke luar dari batas yang ditetapkan."

Hak atas foto Getty/Allison Joyce
Image caption Warga Rohingya melarikan diri dari Myanmar karena perlakuan buruk tentara atas mereka.

Sementara warga Rohingya ingin pulang ke kampung halamannya, seperti Kamal Hossain, seorang pria berusia 50 tahun yang mengatakan kepada Tim Pengamat PBB bahwa seluruh kampungnya dibumihanguskan oleh tentara sehingga dia harus melarikan diri.

"Kami ingin pulang. Kami tidak ingin tinggal sebagai pengungsi di sini, namun kami perlu jaminan tidak dibantai seperti ternak," katanya.

Sedang Dudu Mia, salah seorang sepupuh Rohingya, meminta agar Tim Pengamat PBB -yang juga berkunjung Cox's Bazar- menyampaikan pesan kepada pemerintah Myanmar bahwa ' warga kami dibunuh, disiksa, dan perempuan diperkosa aparat keamanan.'

Berita terkait