PM Israel tuduh Iran luncurkan uji coba rudal balistik

Iran, nuklir Hak atas foto AFP/MAHMMOD HOUSSEINI
Image caption Iran sudah melakukan beberapa uji coba rudal -antara lain Maret 2016- sejak kesepakatan internasional tentang progam nuklirnya tahun 2015.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menuduh Iran meluncurkan uji coba satu rudal balistik, Senin (30/01), yang disebutnya sebagai pelanggaran mencolok atas resolusi Dewan Keamanan PBB.

Dalam pernyataan di Facebook, Netanyahu mengatakan akan "membicarakan pembaruan sanksi atas Iran dalam konteks tersebut dan dalam konteks lainnya" saat bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam waktu dekat.

Gedung Putih sudah menyatakan bahwa Trump akan bertemu dengan Netanyahu pada 15 Februari 2017.

Sejak kesepakatan nuklir dengan sejumlah negara pada 2015 lalu, Iran sudah melaksanakan beberapa uji coba rudal walau dikritik oleh negara-negara Barat.

Sebelum menjabat presiden, Trump menyebut kesepakatan nuklir Iran sebagai bencana dan akan menghentikan uji coba rudal negara itu.

Hak atas foto AFP/MENAHEM KAHANA
Image caption Gedung Putih megatakan PM Benjamin Netanyahu akan bertemu Presiden Donald Trump pada 15 Februari mendatang.

Israel sejak awal menentang kesepakatan internasional nuklir Iran -yang melibatkan Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Jerman, Rusia, dan Cina. Pasalnya, kesepakatan itu mencabut sejumlah sanksi internasional sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirnya.

"Agresi Iran harus pergi tanpa jawaban," tulis Netanyahu lewat Facebook, Senin (30/01).

Gedung Putih sudah menyatakan mengetahui tentang uji coba rudal terbaru ini namun tidak memberi rincian maupun kritik.

"Kami menyadari Iran menembakkan rudal itu. Kami sedang mencari kepastian tentangnya," kata juru bicara Geung Putih, Sean Spicer, seperti dikutip kantor berita AFP.

Topik terkait

Berita terkait