Parlemen Inggris mendukung Brexit, apa saja yang perlu Anda ketahui?

Inggris, Theresa May Hak atas foto UK Parliament/Jessica Taylor
Image caption PM Theresa May sudah menetapkan batas waktu 31 Maret untuk memicu Pasal 50 untuk memulai proses resmi Inggris ke luar dari Uni Eropa.

Parlemen Inggris sudah memutuskan untuk mendukung perundangan untuk memulai proses resmi Inggris keluar dari Uni Eropa atau Brexit.

Penghitungan suara, Rabu (01/02) waktu setempat, memperlihatkan sebanyak 498 anggota memberi persetujuan kepada Perdana Menteri Theresa May agar memulai perundingan sementara 114 lainya menentang.

Kini RUU Uni Eropa tersebut akan dibahas lebih rinci oleh Majelis Rendah parlemen sebelum dibawa ke Majelis Tinggi untuk ditetapkan sebagai UU.

Apa artinya Brexit?

Kata itu merupakan gabungan dari Britain dan exit (ke luar) yang sering digunakan untuk Inggris yang akan ke luar dari Uni Eropa. Singkatan seperti ini sebelumnya digunakan ketika Yunani pernah merencanakan ke luar dari penggunaan mata uang Euro, yaitu Grexit dari Greek dan exit.

Image caption Diperkirakan proses pemisahan Inggris dari Uni Eropa memakan waktu sekitar dua tahun sejak perundingan dimulai.

Kenapa Inggris keluar dari Uni Eropa?

Langkah ini seusai dengan hasil referendum -yang berlangsung Kamis 23 Juni 2016- untuk memutuskan Inggris Raya keluar atau tetap berada dalam Uni Eropa. Suara yang memilih keluar menang dengan 52% dibanding 48% suara tetap dalam Uni Eropa. Tingkat partisipasi pemilih mencapai 71,8% dengan lebih dari 30 juta pemilih memberikan suara.

Bagaimana hasil referendum di beberapa wilayah?

Inggris memilih Brexit dengan suara 53,4% dibanding 46,%, juga Wales sebanyak 52,5% ke luar dan 47% tetap. Namun Skotlandia -yang pernah melakukan referendum keluar dari Inggris Raya tapi hasilnya tetap bergabung- memilih tetap masuk Uni Eropa dengan suara 62% dan ke luar 38%, sedangkan di Irlandia Utara sebanyak 55,8% tetap di UE dan 44% ke luar.

Kapan Inggris Raya benar-benar keluar UE?

Untuk memulai proses resmi keluar dari Uni Eropa, maka pemerintah Inggris harus mengaktifkan yang disebut Pasal 50 dari Traktat Lisbon, yang memberi waktu kepada kedua belah pihak waktu selama dua tahun dalam mencapai kesepakatan tentang pemisahan tersebut.

Perdana Menteri Theresa May mengatakan ingin memulai prosesnya pada akhir Maret 2017, yang berarti Inggris diperkirakan keluar dari UE pada musim panas 2019, walau masih tergantung pada kerangka waktu yang disepakati dalam perundingan. Namun sebenarnya tidak ada yang tahu persis bagaimana mekanismenya karena Pasal 50 belum pernah digunakan.

Hak atas foto PA
Image caption Inggris ingin menurunkan imigrasi neto di bawah 100.000 per tahun.

Apakah pernah ada negara anggota UE yang keluar?

Belum pernah ada negara berdaulat anggota Uni Eropa yang pernah keluar. Namun Greenland -salah satu 'wilayah luar' Denmark- menggelar referendum tahun 1982 setelah mendapat otonomi pemerintahan sendiri dengan hasil 52% keluar dan 48% bergabung dengan UE, yang kemudian terwujud setelah rangkaian perundingan.

Apakah akan mengurangi imigrasi?

Perdana Menteri Theresa May mengatakan salah satu pesan utama yang diambil dari keputusan referendum untuk keluar dari Uni Eropa adalah bahwa rakyat Inggris Raya ingin melihat berkurangnya para pendatang. Dia menambahkan isu itu akan menjadi fokus dalam perundingan Brexit.

Namun salah satu masalah dalam perundingan Brexit kelak adalah apakah Uni Eropa akan tetap memberi akses ke pasar tunggalnya bagi Inggris, yang ingin membatasi warga Uni Eropa tinggal dan bekerja di Inggris.

Hak atas foto EPA/STEPHANIE LECOCQ
Image caption Parlemen Uni Eropa di Brussels menetapkan peraturan di berbagai sektor, antara lain menyangkut tarif telepon genggam.

Bagaimanapun PM May -yang pernah menjabat menteri dalam negeri- menegaskan komitmen untuk mengurangi imigrasi neto -yaitu jumlah antara orang yang datang dan meninggalkan Inggris- ke tingkat 'berkesinambungan', yang ditetapkan di bawah 100.000 per tahun. Saat ini, jumlahnya 330.000 per tahun, terdiri dari 188.000 dari Uni Eropa, 188.000 dari luar Uni Eropa, dan 39.000 warga Inggris yang keluar.

Apakah secara ekonomi akan menguntungkan?

Ini masih menjadi perdebatan besar dan tampaknya hanya waktu yang kelak menjawabnya. Namun perusahaan-perusahaan besar ingin Inggris tetap berada di Uni Eropa karena akan memudahkan mereka untuk memindahkan uang, karyawan, dan produk.

Mengingat London sebagai salah satu pusat keuangan dunia, ada juga pertanyaan berapa banyak lapangan kerja yang akan hilang akibat Brexit. Empat bank terbesar Amerika Serikat sudah menyatakan akan tetap di London sementara HSBC akan memindahkan 1.000 lapangan kerjanya ke Paris.

Hak atas foto UK Parliament/Jessica Taylor
Image caption Penghitungan suara di parlemen Inggris, Rabu (01/02), memperlihatkan 498 anggota mendukung agar proses resmi Brexit dimulan dan 114 suara menentang.

Dan akhirnya, apa itu Uni Eropa ?

Uni Eropa adalah kemitraan ekonomi dan politik yang terdiri dari 28 negara. Dimulai setelah Perang Dunia II dengan tujuan meningkatkan kerja sama ekonomi dengan gagasan bahwa negara-negara anggota yang melakukan perdagangan bersama cenderung untuk menghindari perang antara mereka.

Sejak itu Uni Eropa berkembang menjadi 'pasar tunggal' yang memungkinkan pergerakan bebas barang dan orang, jadi prinsipnya seperti negara-negara anggota itu seperti sebagai satu negara. Uni Eropa juga sudah memillih mata uang bersama, yang digunakan 19 negara anggotanya dan memiliki parlemen yang menetapkan peraturan dalam berbagai sektor, seperti lingkungan, transportasi, hak-hak konsumen, sampai ke tarif penggunaan telepon mobil.

Anggota Uni Eropa

  • Austria (1995)
  • Belgia (1958)
  • Bulgaria (2007)
  • Kroasia (2013)
  • Siprus (2004)
  • Republik Ceko (2004)
  • Denmark (1973)
  • Estonia (2004)
  • Finlandia (1995)
  • Prancis (1958)
  • Jerman (1958)
  • Yunani (1981)
  • Hungaria (2004)
  • Irlandia (1973)
  • Italia (1958)
  • Latvia (2004)
  • Lithuania (2004)
  • Luksemburg (1958)
  • Malta (2004)
  • Belanda (1958)
  • Polandia (2004)
  • Portugal (1986)
  • Rumania (2007)
  • Slovakia (2004)
  • Slovenia (2004)
  • Spanyol (1986)
  • Swedia (1995)
  • Inggris Raya (1973)

Topik terkait

Berita terkait