Protes di Rumania tolak 'pembebasan pejabat korup dari penjara'

Protes di Bukares. Hak atas foto AFP
Image caption Protes diluar gedung pemerintah di Bukares.

Protes anti-pemerintah terbesar di Bukares, Rumania digelar setelah sebuah peraturan disahkan yang dapat membebaskan puluhan pejabat 'korup' bebas dari penjara.

Massa yang berjumlah 150.000 orang dilaporkan berada diluar kantor pemerintah pada Rabu (01/02) malam dan demonstrasi digelar di kota lain di Rumania.

Sejumlah pemrotes di ibukota melemparkan petasan dan bom asap ke polisi yang membalasnya dengan gas air mata.

Aturan itu disahkan pada Selasa (31/01) malam.

Pemerintah sayap kiri, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Sorin Grindeanu dari Partai Sosial Demokrat PSD, mengatakan ketetapan itu dibutuhkan untuk mengurangi kepadatan penjara.

Tetapi, kritik menyebutkan Grindeanu tengah berupaya untuk membebaskan sekutunya dari kasus korupsi.

Protes pada Rabu (01/02) terjadi setelah Uni Eropa memperingatkan Rumania "mundur" dalam upaya pemberantasan korupsi.

"Perang melawan korupsi harus ditingkatkan, bukan dihentikan," kata kepala Komisi Eropa Jean-Claude Juncker.

"Kami mengikuti perkembangan terakhir di Rumania dengan kepedulian yang besar."

Para pemrotes, di Bukares meneriakkan "mundur" dan "Pencuri, pencuri".

"Peluang kami kecil tetapi penting untuk berjuang," kata arsitek Gabriela Constantin.

Pemrotes lainnya, Nicolae Stancu, mengatakan:" Kami datang untuk melindungi negara kami dari kriminal yang berupaya untuk menghilangkan aturan hukum di Rumania; untuk melindungi hak dan kepentingan, bukan kepentingan mereka."

Peraturan darurat ini mendekriminalisasi sejumlah pelanggaran dan penyalahgunaan kekuasaan dihukum penjara jika dana yang dikorupsi lebih dari $48.000 atau sekitar RP 642 juta.

Salah seorang yang akan mendapatkan manfaat dari aturan baru ini yaitu pemimpin PSD, Liviu Dragnea, yang menghadapi hukuman penjara karena melakukan korupsi sebesar €24.000 atau sekitar RP 346 juta.

Berita terkait