Serangan AS ke markas al-Qaida 'mungkin tewaskan warga sipil'

Apache Hak atas foto MOD
Image caption Helikopter Apache dilaporkan ikut dalam serangan tersebut.

Militer Amerika Serikat memperkirakan warga sipil menjadi korban ketika dilakukan serangan ke daerah kekuasaan al-Qaida di Yaman, pada hari Minggu (29/01).

Komando Sentral, Centcom, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kemungkinan terdapat anak-anak di antara korban tewas. Sebelumnya, sumber di Yaman mengatakan bahwa lebih dari 16 warga sipil tewas dalam operasi yang dilakukan di Provinsi Bayda.

Serangan itu merupakan operasi pertama yang disahkan oleh Presiden Baru AS, Donald Trump.

Militer AS sebelumnya mengatakan bahwa seorang anggota pasukan Marinir tewas dan tiga orang terluka dalam serangan di distrik Yakla. Beberapa helikopter Apache dilaporkan ikut dalam serangan tersebut.

Pernyataan itu juga mengatakan tiga pemimpim al-Qaida termasuk dari 14 militan yang tewas dalam baku tembak yang berlangsung selama 45 menit, tetapi dia tidak berkomentar terhadap laporan yang menyebutkan telah jatuh korban dari warga sipil.

Pada Rabu, Centcom mengatakan bisa jadi warga sipil menjadi korban dalam serangan.

"Sebuah tim yang didesain oleh satgas komando operasional telah menyampaikan penyesalan bahwa ada warga sipil nonkombatan yang tewas di tengah pertempuran dalam serangan di Yaman. Korban kemungkinan termasuk anak-anak," jelas pernyataan tersebut.