Bertemu Erdogan, Merkel tekankan pentingnya kebebasan berpendapat

Merkel Erdogan Hak atas foto Getty Images
Image caption Bagi Merkel ini adalah lawatannya yang pertama ke Turki sejak kudeta militer yang gagal pada Juli 2016.

Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengatakan pihaknya menekankan pentingnya kebebasan pers dan kebebasan mengemukakan pendapat saat bertemu Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, di Ankara, hari Kamis (02/02).

"Ketika terjadi pergolakan politik, apa pun langkah yang diambil (pemerintah) semuanya harus ditujukan untuk melindungi sistem pemisahan kekuasaan," kata Merkel dalam keterangan pers.

"Dan yang terpenting, di atas semua itu, harus ada perlindungan atas kebebasan berpendapat dan perlindungan atas asas keberagaman dalam masyarakat.

"Oposisi adalah bagian dari demokrasi," tambah Merkel.

Ini adalah kunjungan pertama Merkel sejak kudeta militer yang gagal di Turki Juli 2016, yang kemudian diikuti dengan tindakan keras pemerintah Turki terhadap pihak-pihak yang dinilai sebagai ancaman nasional.

Pascakudeta gagal

Hubungan Jerman-Turki sempat tegang sejak pemerintah di Ankara mengambil tindakan keras tersebut.

Beberapa pihak di Jerman mengatakan khawatir lawatan Merkel akan dipakai pemerintah Turki sebagai 'alat untuk melegitimasi' tindakan di Turki yang mereka sebut 'semakin otoriter'.

Hak atas foto AFP
Image caption Pihak berwenang Turki melakukan penangkapan meluas setelah kudeta yang gagal, Juli 2016.

Dikhwatirkan kudeta yang gagal tahun lalu dipakai sebagai dalih bagi pemerintah untuk meredam kekuaatan oposisi.

Kedua pemimpin sepakat untuk menggalang kerja sama lebih erat di bidang penanganan terorisme dan juga membahas krisis migran.

Dalam kesempatan ini, Erdogan menyinggung soal 40 perwira Turki -yang selama ini bekerja di fasilitas NATO di Jerman- yang dilaporkan mengajukan suaka politik di negara tersebut. Erdogan mengatakan pihaknya mungkin akan menyerahkan bukti permintaan suaka ini ke Jerman.

Pada hari Rabu (01/02) Wakil PM Turki, Veysi Kaynak, mengatakan bahwa Berlin melindungi yang ia sebut sebagai 'organisasi teroris Gullen (FETO)'.

Hak atas foto Reuters
Image caption Ada tuduhan pemerintah 'menggunakan' kudeta yang gagal sebagai alasan untuk menekan oposisi.

Fethullah Gulen adalah ulama kenamaan Turki yang mengasingkan diri di Amerika dan oleh Ankara disebut sebagai 'dalang' upaya kudeta yang gagal Juli silam.

Lebih dari 100.000 orang di Turki dipecat atau diskor dari dinas militer, polisi, PNS, atau sektor swasta dengan dugaan mendukung Gulen.

Topik terkait

Berita terkait