Gedung Putih bantah serangan ke Yaman menewaskan warga sipil

yaman
Image caption Sedikitnya 23 orang warga sipil terbunuh dalam serangan militer di sebuah desa di Distrik Yakla, Sabtu lalu, diantaranya putri seorang militan al-Qaeda.

Pemerintah Amerika Serikat mengatakan serangan militer terhadap pusat kekuatan kelompok al-Qaeda di Yaman, yang dilaporkan mengakibatkan warga sipil tewas, telah "dipikirkan secara mendalam".

Sedikitnya 23 orang warga sipil terbunuh dalam serangan militer di sebuah desa di Distrik Yakla, Sabtu lalu, termasuk 10 orang anak-anak, kata kelompok pegiat HAM, Reprieve.

Laporan-laporan dari Yaman mengatakan salah-seorang korban tewas adalah putri pemimpin al-Qaeda, Anwar al-Awlaki, yang tewas dalam serangan militer AS pada 2011.

Serangan udara ke basis pertahanan al-Waeda di Yaman ini merupakan operasi pertama yang diputuskan oleh Presiden AS Donald Trump.

Hak atas foto CAPT JASON SALATA
Image caption Anggota Angkatan Laut AS, William "Ryan" Owens, 36 tahun, yang tewas dalam pertempuran di Yaman.

Sebelumnya, Militer AS mengatakan, seorang anggota Angkatan Laut AS, William "Ryan" Owens, 36 tahun, tewas dan tiga orang lainnya terluka. Tetapi Komando Sentral AS (Centcom) belakangan mengatakan di antara korban yang tewas adalah anak-anak.

Beberapa helikopter Apache yang dilibatkan dalam operasi tersebut, telah menewaskan 14 orang anggota kelompok militan, diantaranya tiga orang pimpinan al-Qaeda, ungkap pejabat militer AS.

Juru bicara Gedung Putih, Sean Spicer mengatakan kepada wartawan: "Sulit menyebut operasi berjalan sukses secara keseluruhan, ketika Anda kehilangan nyata atau masyarakat yang terluka."

"Tetapi saya pikir ketika Anda melihat secara keseluruhan bahwa apa yang kita lakukan itu untuk mencegah hilangnya kehidupan di masa depan... Saya pikir itu adalah operasi yang sukses dengan segala standar yang ada."

Dia tidak mengomentari tentang warga sipil yang menjadi korban.

Ibu hamil

Pada Kamis lalu, lembaga pegiat HAM Reprieve mengatakan seorang bayi yang baru dilahirkan merupakan salah-satu dari 10 anak-anak yang tewas akibat serangan itu.

Pernyataan yang juga didasarkan berdasarkan laporan-laporan dari lokasi kejadian menyebutkan ada seorang perempuan yang hamil tua ditembak di perutnya selama selama serangan. Dia kemudian berhasil melahirkan bayi lelaki yang terluka tetapi kemudian meninggal dunia.

Sejumlah foto beberapa anak dalam kondisi meninggal muncul di media sosial setelah serangan tersebut.

Hak atas foto MOHAMMED HUWAIS
Image caption Warga sipil di antara reruntuhan rumah warga sipil di Sanaa, Yaman, sesaat setelah serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.

Awal pekan kini, Juru bicara Kementerian Pertahanan AS alias Pentagon, Kapten Jeff Davis mengatakan kepada wartawan bahwa sebagian korban perempuan adalah orang-orang yang terlatih sebagai kombatan.

Tetapi Komando Sentral AS (Centcom) pada Rabu mengatakan bahwa sejumlah warga sipil "kemungkinan tewas akibat terjebak dalam baku tembak".

Presiden Trump tengah melakukan perjalanan ke pusat pertahanan Angkatan udara AS di Delaware, Kamis, untuk menerima jenazah anggota angkatan Laut AS, William 'Ryan' Owens, yang tewas dalam serangan itu.

Al-Qaeda mengambil keuntungan dari perang saudara di Yaman yang telah berlangsung dua tahun, antara pasukan yang setia kepada presiden - yang diakui dunia internasional dan didukung oleh koalisi yang dipimpin Arab Saudi - serta pasukan kelompok pemberontak Houthi yang berlatar Syiah.

Berita terkait