AS menanggapi 'serius' setiap uji coba senjata nuklir Korut

James Mattis Hak atas foto AP
Image caption Menteri Pertahanan AS James Mattis (kiri) sedang berada di Korea Selatan untuk menunjukkan sikap bahwa AS terus mendukung Seoul.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis mengatakan setiap penggunaan senjata nuklir oleh Korea Utara akan ditanggapi serius.

Mattis sedang berada di Korea Selatan untuk menunjukkan sikap bahwa AS terus mendukung Seoul.

"Setiap serangan terhadap Amerika Serikat, atau sekutu kami di kawasan ini, akan kami lumpuhkan, dan penggunaan senjata nuklir akan ditanggapi efektif dan serius," kata James Matti kepada wartawan usai bertemu Menteri Pertahanan Korsel, Han Min-koo.

Dia juga menegaskan kembali rencana untuk menggelar sistem pertahanan rudal AS di Korea Selatan pada akhir tahun ini.

Belakangan, Korea Utara melontarkan rencananya melakukan uji coba senjata rudal yang telah memantik kemarahan negara-negara tetangganya.

Adapun AS telah menempatkan tentaranya yang jumlahnya cukup besar di Korea Selatan dan Jepang, sebagai tindak lanjut kesepakatan pertahanan pasca-perang.

Hak atas foto Reuters
Image caption Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, melontarkan kembali pernyataannya untuk melakukan uji senjata rudal bertenaga nuklir sehingga memantik kemarahan negara-negara tetangganya.

Ada sekitar 28.500 tentara AS di negara Korea Selatan, dan Seoul harus membayar sekitar $ 900juta per tahun untuk mengakomodasi kehadiran tentara AS tersebut.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan dia mengancam menarik pasukannya apabila Korea Selatan dan Jepang tidak mau membayar jaminan dan biaya pertahanan lebih banyak lagi.

Uji coba kelima

Korea Utara telah melakukan uji coba kelima perangkat nuklirnya pada tahun lalu, dan mengklaim sistem rudalnya mampu mencapai wilayah AS, walaupun para ahli tidak yakin kemampuan teknologinya.

Pemerintah Korut dalam pekan-pekan terakhir ini menyatakan bahwa mereka memiliki rudal balistik antar benua yang baru dan diklaim mampu mencapai daratan AS.

Di bawah pemerintahan Obama, AS dan Korea Selatan telah menyepakati untuk membangun sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Korea Selatan.

Korsel menyatakan bahwa pembangunan sistem pertahanan itu semata-mata untuk melindungi negaranya dari ancaman negara lain. Tetapi Cina dan Rusia menyebut tindakan Korsel itu provokatif dan menyatakan hal itu tidak perlu dilakukan.

Setelah bertemu otorititas Korsel, Mattis akan terbang ke Jepang pada hari Jumat.

Berita terkait