Trump ajukan banding atas putusan terhadap larangan perjalanan

Demonstran memegang bendera AS saat protse di depan Trump Hotel di Washington DC. Foto: 4 Februari 2017 Hak atas foto AFP
Image caption Larangan perjalanan Presiden Trump sudah memicu protes massal di berbagai kota di Amerika.

Departemen Kehakiman AS sudah mengajukan petisi di pengadilan untuk melawan keputusan sementara yang menghadang larangan perjalanan yang dikeluarkan Presiden Trump terhadap warga negara dari tujuh negara yang penduduknya mayoritas Islam.

Langkah ini dilakukan untuk melawan keputusan hakim federal yang dikeluarkan Jumat (03/02) di negara bagian Washington.

Pemegang visa dari negara yang terdampak kesulitan mendapat pesawat ke AS, khawatir kesempatan mereka masuk ke Amerika menjadi makin kecil.

Larangan perjalanan yang dikeluarkan Trump pekan lalu berujung pada protes massal dan kebingungan di bandara-bandara AS.

Sekitar 60.000 visa sudah dicabut sejak perintah eksekutif Trump tersebut dikeluarkan.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Pendukung Trump mengadakan aksi mendukung penerapan larangan perjalanan tersebut.

Sabtu kemarin (04/02), Trump menyebut putusan Hakim James Robart di Seattle sebagai hal yang "konyol" dan dia berjanji untuk menerapkan lagi larangan tersebut.

Larangan perjalanan yang dikeluarkan Trump meliputi penundaan visa 90 hari terhadap siapapun yang datang dari Irak, Suriah, Iran, Libya, Somalia, Sudan dan Yemen.

Aturan ini juga menahan Program Penerimaan Pengungsi AS selama 120 hari dan menempatkan larangan tanpa batas waktu bagi pengungsi Suriah.

Banding terhadap penghadangan larangan perjalanan tersebut diajukan secara resmi oleh Departemen Kehakiman AS pada Sabtu.

Trump disebut sebagai salah satu yang mengajukan banding dalam kapasitasnya sebagai presiden, selain juga Menteri Keamanan Dalam Negeri AS John Kelly dan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson.

Apa yang dilakukan oleh tim Trump?

Administrasinya berpendapat bahwa larangan perjalanan tersebut dirancang untuk melindungi AS.

Dalam dokumen bandingnya, mereka menyaakan akan meminta status darurat yang akan mengembalikan lagi larangan tersebut.

Sementara presiden AS marah terhadap Hakim Robart dalam serangkaian cuitan.

"Opini dari orang yang menyebut dirinya hakim, yang sebenarnya mengambil penegakan hukum dari negara ini, adalah hal konyol dan akan dibalikkan!" tulisnya.

Apa yang terjadi sejak larangan perjalanan ditunda pemberlakuannya?

Hakim Robart mengeluarkan keputusan sementara yang menunda pelarangan perjalanan tersebut secara nasional dan langsung berlaku.

Dia menyatakan bahwa tantangan hukum yang diajukan oleh dua negara bagian, Washington dan Minnesota, akan berhasil.

Sejak itu, kementerian luar negeri mengatakan mereka membalikkan pembatalan visa dan pegawai keamanan dalam negeri AS sudah diminta untuk mengikuti keputusan tersebut.

Pejabat imigrasi mengatakan pada maskapai bahwa mereka bisa kembali mengangkut penumpang yang sebelumnya dilarang terbang. Qatar Airways, Air France, Etihad Airways, Lufthansa dan lainnya mengatakan mereka akan mengikuti keputusan tersebut.

Hak atas foto EPA
Image caption Pejalan dari Timur Tengah tiba di bandara Los Angeles.