Ayah tersangka pelaku serangan di Louvre mengatakan anaknya bukan teroris

Reda al-Hamamy, ayah Abdullah al-Hamamy yang diduga melakukan serangan pada tentara di museum Louvre Paris, memegang foto anak lakki-lakinya dalam wawancara dengan Reuters di Daqahliya, Mesir 4 Februari Hak atas foto Reuters
Image caption Ayah pelaku menunjukkan foto anak laki-lakinya.

Ayah dari laki-laki yang ditembak oleh tentara Prancis saat melakukan serangan golok di museum Louvre di Paris mengatakan bahwa anaknya bukan teroris.

Pensiunan jenderal polisi Reda al-Hamamy menuduh tentara yang menembak anaknya "menggunakan kekuatan keras pada pemuda yang malang".

Otoritas Prancis mengatakan bahwa anak laki-lakinya, Abdullah, 29, ditembak ketika dia menyerang polisi, dan melukai salah satu dari mereka.

Mereka mengatakan bahwa dia menyerukan takbir ketika melakukan serangan.

Sumber polisi mengatakan bahwa Abdullah Hamamy tak lagi dalam kondisi kritis namun masih belum mampu berkomunikasi dan belum bisa dimintai keterangan.

Pejabat Prancis belum mengkonfirmasi identitas pria yang terluka tersebut namun pejabat keamanan Mesir sudah menyebut namanya.

Presiden Francois Hollande memuji langkah tentara tersebut dan mengatakan mereka sudah "mencegah serangan yang akarnya pada terorisme tidak diragukan lagi".

Museum Louvre, yang menyimpan berbagai koleksi seni terkemuka, termasuk Mona Lisa, dibuka lagi pada Sabtu.

'Pengalihan'

Tersangka tiba di Prancis pada 26 Januari setelah mendapat visa turis di Dubai, kata jaksa penuntut Paris Francois Molins pada Jumat (03/02). Dia dipercaya membawa dua golok ketika tiba.

Beberapa kaleng cat semprot ditemukan di tas ranselnya tapi tak ada peledak yang ditemukan kata Molins.

Ayah pria yang terluka tersebut mengatakan pada Reuters bahwa anak laki-lakinya tidak mengalami radikalisasi dan "omong kosong" menyebutnya sebagai teroris.

"Ini adalah pengalihan sehingga mereka tidak harus minta maaf atau membenarkan aksi tentara yang menggunakan kekuatan keras terhadap pemuda malang berusia 29," katanya di Daqahliya, Mesir.

Hak atas foto AFP
Image caption Kerumunan turis kembali ke Louvre yang dibuka lagi sehari setelah serangan.

Insiden di Louvre tersebut terjadi di antrian di pusat perbelanjaan bawah tanah yang menuju museum tersebut.

Ratusan pengunjung berada di dalam museum ketika serangan terjadi dan dievakuasi.

Polisi bersenjata dan tentara melakukan patroli di lokasi pada Sabtu saat turis internasional mengantri untuk masuk ke museum.

Keamanan menjadi tema utama pemilihan presiden Prancis pada April, yang menunjukkan pemimpin sayap kanan Prancis Marine Le Pen dan independen tengah Emmanuel Macron memimpin di polling.

Hak atas foto EPA
Image caption Louvre mendapat peningkatan pengamanan setelah Prancis mengalami serangkaian serangan dalam beberapa tahun terakhir.

Topik terkait