Upaya Trump untuk kembali menerapkan larangan perjalanan gagal

rally Hak atas foto Getty Images
Image caption Larangan perjalanan terhadap warga dari tujuh negara sudah memicu protes di berbagai kota di Amerika Serikat.

Pengadilan federal AS menolak banding dari administrasi Presiden Trump yang meminta agar larangan perjalanan yang dihadang oleh seorang hakim federal pada Jumat (03/02) kembali diberlakukan.

Keputusan yang dikeluarkan pada tengah malam tersebut berarti bahwa larangan perjalanan akan terus ditunda sampai kasus tersebut ditelaah secara menyeluruh.

Pengadilan memberi tenggat waktu Senin (06/02) pada Gedung Putih dan pemerintah untuk memberikan argumen tambahan.

Pengacara negara mengatakan bahwa larangan perjalanan tersebut, yang berdampak pada warga dari tujuh negara, tidak sesuai konstitusi.

Kementerian Kehakiman menyatakan bahwa negara bagian tidak punya wewenang untuk menantang perintah eksekutif Trump, atau punya wewenang untuk mempertanyakan penilaiannya terhadap risiko keamanan nasional.

Dalam pendapat bandingnya, pemerintah menyatakan bahwa presiden punya "otoritas yang tak bisa ditinjau ulang" dalam mencegah orang asing memasuki negara tersebut dan mengatakan bahwa putusan Hakim James Robart di Seattle terlalu umum, menurut New York Times.

Kementerian juga menyatakan bahwa putusan Hakim Robart bertentangan dengan putusan hakim federal di Boston yang menegaskan perintah eksekutif Trump.