Ayatullah Khamenei sebut Presiden Trump 'perlihatkan korupsi AS'

Iran, Ali Khamenei Hak atas foto Reuters
Image caption Ali Khamenei juga menegaskan bahwa rakyat Iran tidak takut akan ancaman.

Pemimpin Agung Iran, Ayatullah Ali Khamenei, mengatakan Presiden Donald Trump sudah mengungkapkan yang disebutnya sebagai 'wajah sejati Amerika."

Dalam komentar pertamanya atas pemerintahan baru AS, dia mengatakan Trump memperlihatkan korupsi Amerika Serikat di segala bidang.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Tuan Pendatang Baru, tentu saja, karena dia memperlihatkan wajah sejati Amerika Serikat dan membuktikan yang dikatakan Iran selama 38 tahun tentang korupsi politik, ekonomi, sosial, dan moral pemerintah Amerika Serikat," jelas Ayatullah Khamenei lewat siaran TV pemerintah.

Komentar tersebut menyusul kecaman Presiden Trump atas kesepatakan internasional tentang program nuklir Iran dan larangan sementara untuk warga tujuh negara -termasuk Iran- masuk ke AS.

Khamenei menambahkan rakyat Iran akan memperlihatkan bahwa kata-kata ancaman tidak akan ada gunanya ketika mereka hadir dalam jumlah besar saat peringatan Revolusi Islam Iran, Sabtu 11 Februari.

Hak atas foto Reuters
Image caption Iran akan memperingati Revolusi Islam Iran pada Sabtu 11 Februari.

Presiden Trump beberapa waktu lalu mengatakan bahwa kesepakatan yang membatasi pengembangan nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi merupakan 'keputusan terburuk'.

Dan pekan lalu, setelah Iran meluncurkan kembali uji coba rudal balistiknya, Trump menulis pesan di Twitter bahwa Iran bermain dengan api dan 'tidak menghargai kebaikan Presiden Obama. Tapi saya tidak!'

Hak atas foto AFP/MAHMMOD HOUSSEINI
Image caption Setelah kesepakatan nuklir 2015, Iran melakukan beberapa kali uji coba rudal, antara lain Maret 2016.

Walau mengecam kesepakatan nuklir Iran dengan enam kekuatan dunia lain -Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Jerman, Rusia, dan Cina- Presiden Trump belum mengungkapkan rencananya atas kesepakatan itu.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu -yang bermusuhan sengit dengan Iran- menyatakan akan membicarakan pembaruan sanksi atas Iran dalam pertemuan dengan Presiden Trump di Gedung Putih, 15 Februari 2017 mendatang.

Topik terkait

Berita terkait